oleh

Ini Fakta Mahasiswi dan Sopir yang Mesum dalam Mobil di Gowa

-Sulawesi-210 views

 

Gowa, Radar Pagi – Polisi sudah menetapkan dua pelaku ‘mobil goyang’ di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, sebagai tersangka kasus asusila di muka umum. Keduanya adalah MR (34) seorang sopir angkutan pelat hitam (taksi gelap) dan mahasiswi NH (22), yang terciduk berbuat mesum di dalam mobil, ditetapkan sebagai tersangka terkait asusila di muka umum. 

“Iya, tadi baru ditetapkan jadi tersangka, sudah kita lakukan pemeriksaan sebagai tersangka,” kata Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Herly Purnama, Kamis (22/11/2018) kemarin.

Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, keduanya tidak ditahan. Namun mereka diwajibkan lapor setiap minggu.

Berikut fakta-fakta kasus ‘mobil goyang’ Gowa yang cukup menyita perhatian publik:

Polisi curiga karena mobil bergoyang

Pengungkapan kasus mesum ini berawal dari kecurigaan petugas patroli bermotor (patmor) Polres Gowa saat melintas di Jalan Tun Abdul Rajak, Kelurahan Paccinongan, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Rabu (21/11/2018), sekitar pukul 13.30 Wita. Petugas melihat mobil Avanza itu bergoyang-goyang sendiri. Saat didekati, sepasang insan berlainan jenis terlihat sedang melakukan aktifitas seksual.

“Saat didatangi itu, pihak perempuan sudah tidak menggunakan bra,” ujar Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga. 

Sementara Kabag Humas Polres Gowa AKP Mengatas Tambunan mengatakan, NH sudah setengah bugil saat ketangkap basah dan posisinya berada di bawah tubuh MR.

Namun kepada petugas, NH mengaku hanya berciuman dan saling meraba-raba saja.

Berawal dari Tukaran Nomor Handphone

MR bekerja sebagai seorang sopir angkutan umum pelat hitam (taksi gelap) asal Kalimantan yang kini bermukim di Makassar. Dia sudah beristri dan baru setahun menikah. Sedangkan NH kelaniran Talaka, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep, 11 Desember 1995, masih kuliah di Makassar.

Perkenalan keduanya berawal saat NH menjadi penumpang taksi gelap yang disopiri MR. Lalu keduanya pun bertukar nomor telepon. Hubungan berlanjut dengan saling bertelepon dan bertukar pesan hingga akhirnya kerap bertemu dan melakukan hubungan intim.

“Mereka memang sudah sering bertemu dan melakukan aktivitas layaknya pasangan suami-istri,” kata AKBP Shinto Silitonga.

Kepada polisi, NH mengaku tidak tahu kalau pasangan mesumnya sudah memiliki istri.

Dijerat Pasal 281 KUHP

Kedua insan dimabuk birahi ini diduga melanggar Pasal 281 KUHP tentang melanggar adab kesopanan di muka umum dengan ancaman hukuman penjara maksimal  2 tahun 8 bulan.

Bunyi Pasal 281 KUHP sendiri adalah:

“Diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah:

1. barang siapa dengan sengaja dan terbuka melanggar kesusilaan;

2. barang siapa dengan sengaja dan di depan orang lain yang ada di situ bertentangan dengan kehendaknya, melanggar kesusilaan.”

Dikenakan Wajib Lapor

Kasatreskrim Polres Gowa AKP Herly Purnama menjelaskan alasan RA dan MA tidak ditahan karena ancaman hukuman di bawah 5 tahun. Namun dia memastikan proses hukum keduanya terus berlanjut.

Sementara ini, kedua tersangka dikenakan wajib lapor 2x seminggu setiap hari Senin dan Kamis.

Sudah 2 Kasus Mobil Goyang di Jalan Tun Abdul Rajak

AKP Herly Purnama menyebut kasus tersebut terjadi 3 bulan yang lalu. Herly menjelaskan di kawasan pinggir Jalan Tun Abdul Rajak yang berdekatan dengan Masjid Cheng Ho itu memang gelap dan sepi sehingga dan berada di pinggiran kota.

“Ya kalau boleh dibilang, di situ gelap, sepi ya memang itu kondisinya. Itu memang lokasinya di pinggiran kota jalur ke Makassar. Itu bukan jalur utama,” ujarnya.

Untuk itu, Herly mengatakan Jalan Tun Abdul Rajak itu menjadi sasaran patroli rutin petugas Polres Gowa. Menurutnya, partroli rutin dilakuakn pagi hingga sore hari. (jar)

Baca juga: http://radarpagi.com/hanura-tukang-ojek-juga-miris-lihat-prabowo/

News Feed