oleh

Inilah Tampang Orang yang Kerap Sebar Isu Jokowi PKI

-Utama-102 views

 

Jakarta Radar Pagi – Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri meringkus Jundi (27 tahun), salah satu tersangka biang kerok penyebaran hoaks dan ujaran kebencian yang belakangan marak di tanah air.

Jundi diketahui sebagai pemilik 8 akun Instagram dengan berbagai nama, antara lainsuararakyat23, suararakyat23id, suararakyat23.ind, sr23.official, sr23official, sr23_official, suararakyat23_ind, scrt_dta.

Selain membuat dan menyebarkan berita bohong dan kebencian berbau SARA, pria yang sehari-harinya mencari nafkah dengan berjualan pakaian via online ini ternyata juga gemar berbagi konten porno. Semua dibuat atau diedit dengan aplikasi photoshop dibagikan lewat media sosial Instagram.

Terhitung, sejak 2016, Jundi telah memproduksi 843 meme berita bohong (hoax), ujaran kebencian (hatespeech), dan pornografi. Salah satu produk hoax dan ujaran kebencian yang disebarkan Jundi adalah tuduhan Presiden Jokowi sebagai anggota PKI.

“Ditemukan dalam bukti ada 1.186 kali yang bersangkutan mengirim caption dalam akun itu, 843 di antaranya dia buat sendiri,” kata Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Dani Kustoni kepada wartawan di kantornya, Cideng, Jakarta Pusat, Jumat (23/11/2018).

Jundi menuturkan tidak ada target produksi meme hoax, hatespeech, dan pornografi. “Nggak menentu kapan bikin (meme)-nya. Kalau lagi waktu luang saja,” imbuh Jundi.

Jundi ditangkap setelah setahun diintai oleh Tim Unit I Subdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim. Pria yang hatinya sudah dipenuhi kebencian dan kemarahan ini diringkus pada Kamis (15/11/2018) kemarin di rumahnya di Dusun Batoh Jaya, Kecamatan Luang Bata, Aceh.

“Saya minta maaf kepada keluarga saya, seluruh warga Indonesia, kepada Polri. Saya juga memohon ampun kepada Allah Tuhan saya atas postingan di akun Instagram saya,” tutur Jundi.

Jundi tidak mau melanjutkan permohonan maafnya hingga ke Jokowi karena merasa tidak melakukan pengeditan atas postingan tersebut.

“Itu bukan saya yang edit. Itu ada di Instagram, terus saya share,” jelas dia.

Dia mengaku awalnya menyebarkan meme untuk melawan Ahok, tapi kemudian merembet ke Jokowi. Dia mengaku memang tidak suka dengan Jokowi lantaran harga bahan pokok yang semakin mahal.

“Awalnya dari kasus Ahok, karena menista agama. Awalnya untuk melawan Ahok. Kenapa Pak Jokowi? Karena enggak suka sama kebijakannya. Banyak barang-barang yang dinaikkan (harganya) tetapi tidak diumumkan,” kata Jundi.

Dalam kasus ini, Jundi disangkakan Pasal 45A ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) dan/atau Pasal 45 ayat (1) jo Pasal 27 ayat (1) UU No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE, dan/atau Pasal 16 jo Pasal 4 huruf b angka 1 UU No 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, dan/atau Pasal 4 ayat (1) jo Pasal 29 UU No 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan/atau Pasal 157 ayat (1) KUHP.

“Dengan ancaman pidana 6 tahun penjara dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar,” ujar Kombes Dani Kustoni. (jar/dtc)

Baca juga: http://radarpagi.com/begitu-bebas-jonru-langsung-pulang-ke-rumah/

News Feed