oleh

Oknum Wartawan Paksa Kepala Sekolah Beli Koran Seharga Jutaan

-Jawa-186 views

 

Garut, Radar Pagi – Dua oknum wartawan diamankan anggota Polsek Garut Kota lantaran diduga melakukan pemerasan kepada Kepala SMPN 1 Pakenjeng.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Garut, Yusuf Satria mengatakan, pihaknya  banyak menerima informasi tentang oknum wartawan yang melakukan pemerasan, terkait kabar pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) oleh pihak sekolah.

“Jumlah sekolah yang didatangi itu mencapai puluhan,” ujar Yusuf Satria di Mapolsek Garut Kota, Kamis (22/11/2018).

Modus pemerasan yang dilakukan oknum mengaku wartawan, kaya Yusuf, dengan menuduh pihak sekolah melakukan pemotongan. Padahal, Yusuf memastikan tidak ada pemotongan dana PIP, karena uangnya langsung masuk ke rekening siswa.

Yusuf mencontohkan pemerasan yang menimpa Kepala SMPN 1 Pakenjeng, Suryana, pada Rabu (21/11/2018). Oknum wartawan menuntut Suryana untuk membeli 200 eksemplar koran seharga Rp 15 ribu per eksemplar.

Kedua oknum wartawan itu, kata Yusuf, datang ke rumah Suryana di Jalan Ciledug, Kecamatan Garut Kota, dan memaksanya untuk membeli 200 eksemplar koran seharga Rp3 juta. Suryana pun menawar Rp 2,5 juta dan kedua oknum wartawan menyebut jumlah itu cukup berita tentang pemotongan dana PIP tidak ditayangkan dalam koran.

Saat itu di rumah Suyana, kebetulan sedang bertamu Yusuf Satria dan beberapa Kepala SMP lainnya. Yang kedua oknum wartawan tidak sadari, saat itu di rumah Suyana hadir pula dua anggota Polsek Garut Kota.

Ketika uang tersebut dibawa keluar, kedua oknum wartawan langsung diamankan anggota Polsek Garut Kota tadi. Sebelum datang ke rumah Suyana, kedua onum wartawan tersebut diketahui hampir 10 kali mendatangi SMPN 1 Pakenjeng.

“Pas lagi di rumah (Suyana), kedua oknum ini telepon, hingga akhirnya Pak Suryana menceritakan (sedang diperas) dan kebetulan ada anggota Polsek di rumah. Jadinya keduanya dipancing agar datang hingga keduanya diamankan oleh anggota dan dibawa ke Mapolsek Garut Kota,” tutur Yusuf.

MKKS meminta kepada kepolisian untuk memproses lebih lanjut kasus ini. (heri)

Baca juga: http://radarpagi.com/hanura-tukang-ojek-juga-miris-lihat-prabowo/

News Feed