oleh

Puisi-puisi Sahabat I Wayan Budiartawan

-Puisi-444 views

 

Ketulusan Seorang Sahabat

Di sela-sela hari bahagia

Tawa canda ria bersamamu

Melupakan segala kesedihan

Membuang jauh-jauh rasa duka

Sehingga semuanya tampak

Terang benderang

Dan kegelapan sirna

 

Kepadamu aku mengadu

Betapa gundahnya diri ini

Kesabaranmu sungguh luar biasa

Mendengarkan keluh kesah

Nasihatmu sangat bijaksana

Untuk menoleh ke dalam sejenak

Agar supaya mawas diri

 

Sinar matamu berbinar-binar

Bagiku bagaikan sebuah harapan

Dan langkahku pun makin pasti

Menjalani kehidupan ini dengan penuh keyakinan

Menghapus semua kerisauan yang tak perlu

Dirimu tuturkan petuah kebajikan

 

Kata-katamu lemah lembut

Sejuk terasa di dada

Nada ketulusan tergambar pada ucapanmu

Bukan lain di bibir lain di hati

Seperti orang-orang yang  bermaksud jahat

Kau seumpama  secercah cahaya

Di kegelapan yang selalu menghantui

 

I Wayan Budiartawan

Alumni SMP Negeri Rendang, Karangasem-Bali

 

Teman Sepermainan Masa Kecil

Di mana kau sekarang ?

Aku rindu padamu

Dulu kita selalu bersuka cita

Berenang di sungai sepuas-puasnya

Sampai matahari ke peraduannya

Di ufuk barat saat sore hendak

Berganti malam yang gulita

 

Masih ingatkah dirimu ?

Akan kenangan kita semasa kecil

Bermain-main di sawah di desa

Sambil menggembala sapi

Suara-suara jengkerik

Amat merdu di telinga

Alam yang masih perawan

 

Tidakkah dirimu terusik ?

Riak-riak air di mana-mana

Sangat abadi sampai ini

Dan ikan-ikan  menyukai

Telaga yang bening

Mengapung-ngapung di atas kolam

Gelembung pun beriring-iringan

Buih-buih menghempas ke pinggir

 

Bagaimana keadaanmu sekarang ?

Burung-burung setiap pagi berkicau

Bertengger di dahan-dahan kayu

Menyambut datangnya hari

Roda kehidupan pun berputar lagi

Seperti kemarin-kemarin

Kita berdoa semoga tidak ada aral melintang

 

I Wayan Budiartawan

Alumni SMA Negeri 2 Denpasar, Bali

 

Kawan Seperjalanan Menempuh Hidup

Beban derita di pundak teramat berat

Dirimu membuat segalanya makin mudah

Tidak ada lagi rintangan dan hambatan

Kau singkirkan onak dan duri

Halangan bagi  setiap itikad kejujuran

Kau tunjukkan arah yang tepat

Dan aku ikuti  jejak-jejak itu

 

Di setiap zaman ada peradaban baru

Bagaikan bayi lahir belum bisa berjalan

Perlu dituntun supaya cakap

Begitu pun generasi kini dan mendatang

Mesti bercermin ke masa lalu

Kau beranikan diriku bangkit dari keterpurukan

Berdiri tegak  dengan dada membusung

.

Kauperlihatkan celah-celah  kesempatan

Untuk mengindari kesulitan yang menghadang

Aku bersemangat lagi

Berusaha sekuat tenaga

Sampai tujuan tercapai

Dan cita-cita kuraih

 

Kau menemani aku menempuh  kehidupan ini

Tanganmu terulur memberikan bantuan

Kau sahabat sejati dalam  batin ini

Titik-titik embun menetes di daun-daun

Demikianlah dirimu menolong dengan suka rela

Seperti oase di padang pasir

Bagi musafir yang lewat

Dirimu amat mulia, sahabatku !

 

I Wayan Budiartawan

Alumni ITB, Bandung-Jawa Barat

 

 

 

 

News Feed