oleh

Pemerintah Kerja Keras Dongkrak Harga Sawit di Pasar Dunia

-Ekonomi-199 views

 

Palembang, Radar Pagi – Pemerintah sudah melakukan berbagai langkah untuk mendongkrak harga sawit dan karet yang dalam beberapa tahun ini mengalami kemerosotan. Pemerintah sudah empat tahun mengirimkan tim ke Uni Eropa dan berbagai negara meski ini juga tidak mudah.

Demikian dikatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Evaluasi Kebijakan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Sosialisasi Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2019, di Palembang, Minggu (25/11/2018) sore.

“Tapi sebetulnya ini urusan bisnis, urusan jualan mereka, juga jualan yang namanya minyak bunga matahari. Kita jualan minyak kelapa sawit, sehingga masuk ke sana sekarang mulai dihambat-hambat,” kata Jokowi

Khusus kelapa sawit, kata Jokowi, awal tahun yang lalu dirinya juga ketemu Perdana Menteri Tiongkok untuk meminta agar negara itu beli lebih banyak dari sekarang. “Saya minta tambahan, saya to the point aja saya ngomong ya minta agar produksi di sini bisa diserap sehingga harganya bisa naik. Ada tambahan 500.000 ton, banyak sekali,” ujarnya.

Tapi, lanjut Jokowi, penambahan itu ternyata juga belum mempengaruhi harga pasar secara baik. Dia mengingatkan, kebun kelapa sawit di seluruh Indonesia ini sudah berada pada posisi yang sangat besar sekali, nomor satu di dunia.

Jokowi menjelaskan, kebun kelapa sawit di Indonesia, luasnya 13 juta hektar, baik yang ada di Sumatra, Kalimantan, Papua, juga ada di Jawa. Produksinya setiap tahun 42 juta ton.

“Bayangkan 42 juta ton. itu kalau dinaikkan truk berarti kurang lebih 10 juta truk angkut itu, ya untuk bayangan betapa gede sekali jumlah ini. Kita sekarang ini bersaing dengan Malaysia bersaing dengan Thailand, tapi kita tetap yang terbesar,” ujar Jokowi.

Oleh sebab itu, lanjut Jokowi, dirinya sudah memerintahkan sejak tiga bulan lalu agar kelebihan pasokan CPO juga dipakai untuk campuran solar, namanya Biodiesel (B) 20.

Menurut Jokowi, ini nanti kalau berhasil mungkin akan bisa menaikkan, enggak impor minyak, minyak kelapa sawit bisa dipakai untuk mengganti produksi menjadi B20. Namun Presiden mengingatkan, ini butuh waktu kurang lebih setahun dari 3 bulan yang lalu.

“Bukan hal yang mudah sekali lagi 42 juta ton, itu kalau dinaikkan truk yang kecil itu, truk yang kecil kan 4 ton kan, nah itu 10 juta truk berarti, gede sekali produksi kita gede sekali,” katanya. (gun)

Baca juga: http://radarpagi.com/jokowi-minta-menteri-pupr-beli-karet-langsung-dari-petani/

 

 

 

News Feed