oleh

Soroti Nasib Petani Tebu, Sandiaga: Bukan Swasembada Tapi Swasengsara

-Ekonomi-84 views

 

Lumajang, Radar Pagi – Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno di hadapan ratusan petani tebu di Lumajang, Minggu (25/11/2018), menyindir pemerintah soal kondisi petani sekarang, yang menurutnya bukan swasembada tapi swasengsara.  

Kondisi tersebut menurut Sandiaga harus segera diperbaiki. Pemerintah harus hadir untuk mereka, dan menghentikan impor bahan pangan agar tidak merugikan petani. 

“Pemerintah seharusnya hadir dan melindungi para petani, bukan membuka keran impor yang merugikan petani,” kata Sandiaga dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi, Senin (26/11/2018).

Menanggapi pernyataan Sandiaga, para petani tebu pun menyodorkan kontrak politik dan meminta Sandiaga menandatanganinya.

Ada tujuh poin yang diminta para petani tebu untuk dibenahi, yaitu stop impor gula seperti yang dilakukan rezim sekarang, dan siap memberantas mafia pangan utamanya sektor gula, subsidi pupuk, alat-alat pertanian, revitalisasi pabrik gula pelat merah, memberikan kredit lunak dan ringan pada petani tebu, dan menghapus monopoli penjualan gula serta memperbaiki tata niaga gula.

“Saya akan langsung tanda tangan. Di sini juga, di hari ini di hadapan para petani,” ujar Sandiaga.

Sudah tiga hari pasangan Prabowo Subianto ini berada di Jawa Timur, dan semua petani mengeluh rendahnya harga jual, pupuk mahal, serta ketidakhadiran pemerintah dalam masa-masa sulit mereka.

Sebelumnya, salah satu petani Tebu, M Ridwan mengaku panen tebu beberapa tahun ini berakhir tragis. Biaya produksi tanam dengan harga jual sangat jauh rentangnya. 

“Kami rugi besar. Kalau Pak Sandi bilang ingin memakmurkan petani, saya salut. Tapi perjuangannya harus lebih ekstra, Pak. Melawan importir, mafia pangan, tata niaga, kalau Pak Sandi bisa dan bersedia menandatangani kontrak, kami siap mendukung Bapak,” kata Ridwan. (jar)

 

News Feed