oleh

Timses Jokowi-Ma’ruf Tidak Mau Profesi Tukang Ojek Dianggap Rendahan

-Ekonomi-67 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, Erick Thohir, menyatakan keberatannya jika profesi tukang ojek dianggap rendahan. Menurutnya, lebih baik menjadi tukang ojek daripada menganggur atau mencuri.

“Daripada nyolong? Daripada nganggur?” kata Erick di hadapan relawan muda pendukung Jokowi-Amin yang berkumpul di Koffee Konco Epicentrum, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (27/11/2018).

Erick pun mencontohkan profesi ojek yang sekarang sudah memasuki era digitalisasi dengan hadirnya ojek online.  Menurut Erick, inovasi itu memudahkan transportasi masyarakat. Bahkan masyarakat bisa memesan layanan pesan-antar makanan lewat aplikasi ojek online.

“Saya percaya pekerjaan apa pun itu bagus asal halal. Dan semua pekerjaan itu jadi pahlawan buat orang sekitarnya. Dan pasti bermanfaat sekecil apa pun,” katanya.

Sebelumnya, ribua pengemudi ojek online (ojol) di sejumlah daerah di Jawa Timur berunjuk rasa menuntut capres Prabowo Subianto meminta maaf karena dinilai melecehkan profesi pengojek.

Menanggapi hal itu, Sandiaga Uno mengklarifikasi bahwa Prabowo hanya ingin memotivasi tukang ojek agar bisa meningkatkan kondisi perekonomiannya. Sandiaga sendiri menilai pekerjaan sebagai pengojek adalah profesi yang mulia.

“Teman-teman ojek online ini merupakan profesi yang mulia menurut saya,” kata Sandi usai menghadiri acara ngopi bareng generasi milenial dan UMKM milenial di Kedai Pitulas Jalan A Yani, Lumajang, Minggu (25/11/2018).

Dia mengakui ojol telah memberikan kontribusi tersendiri dalam pergerakan ekonomi. Namun dia berharap ke depannya ojol bisa mandiri dengan membuka bisnis sendiri.

“Kita dari Prabowo-Sandi ingin mereka memiliki peluang (usaha). Pada suatu saat mereka juga bisa menciptakan lapangan kerja,” kata Sandiaga. (jar)

Baca juga: http://radarpagi.com/bioskop-rakyat-akan-dibangun-di-pasar-teluk-gong/

News Feed