oleh

LSI: Beresiko, Ahok Jangan Jadi Jurkam Jokowi-Ma’ruf

-Utama-142 views

 

Jakarta – Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok santer diberitakan bakal bergabung ke PDI Perjuangan. Menanggapi isu tersebut, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menyarankan Ahok sebaiknya tidak ikut serta dalam kegiatan kampanye Jokowi-Ma’ruf.

“Terlalu berisiko mengikutsertakan Ahok dalam kampanye. Lebih lagi kalau itu digoreng pihak lawan. Jadi sebaiknya Ahok tidak diikutsertakan,” kata pendiri LSI, Denny JA, kepada wartawan di Jakarta, Rabu (28/11/2018).

Denny menilai Ahok tidak bisa terburu-buru kembali terjun ke politik setelah keluar dari penjara. ketika keluar dari tahanan, tetapi harus membuat prestasi lebih dulu melalui kinerja jabatan.

Denny menjelaskan, Ahok bisa diangkat presiden sebagai menteri, misalnya Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara atau jabatan yang terkait dengan pemberantasan korupsi.

“The right man on the right place untuk memberantas korupsi, di samping korupsi memang gila-gilaan di Indonesia,” ujar Denny.

Setelah itu, sebut Denny, baru Ahok bisa kembali masuk di politik pemilihan bupati/wali kota dan gubernur.

“Namun tidak presiden. Karena presiden atau wapres terlalu sensitif untuk dia. Dia figur pemimpin yang pas untuk isu-isu pemberantasan korupsi,” katanya.

Beberapa bulan lalu, Ahok pernah mengajukan diri jadi juru kampanye (jurkam) untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

“Ahok, saya tanya melalui teman, beliau mengatakan, ‘saya sangat mendukung Ma’ruf Amin, kalau boleh saya ikut kampanye kalau sudah ke luar dari penjara’,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, di salah satu hotel di kawasan Jakarta Pusat, Minggu (12/8/2018) silam.

Luhut memastikan Ahok tak lagi marah dengan kasus penodaan agama, “Saya 1000 persen pastikan dia tidak marah,” tuturnya. (jar)

Baca juga: http://radarpagi.com/prabowo-korupsi-marak-bikin-rakyat-tambah-miskin/

News Feed