oleh

Bendungan Sadawarna Mampu Penuhi Kebutuhan Air 4.500 Hektar Sawah

-Ekonomi-79 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memulai pembangunan Bendungan Sadawarna, di Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat. Nantinya bendungan ini mampu mengaliri 4.500 hektar sawah di Subang dan Indramayu.

Bendungan Sadawarna yang membendung Sungai Cipunegara memiliki kapasitas tampung sebesar 44 juta m3 dengan luas genangan 498 Ha. Bendungan ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan kebutuhan air irigasi dan air baku yang semakin meningkat sekaligus mengatasi permasalahan banjir yang berada di Kabupaten Subang dan sekitarnya.

Manfaat bendungan Sadawarna untuk irigasi seluas 4.500 Ha, dengan perincian di Kabupaten Subang seluas 2.500 Ha dan Kabupaten Indramayu seluas 2.000 Ha. Sumber air baku masyarakat pun dapat dipenuhi sebesar 4,48 m3/detik dan mampu menghasilkan tenaga listrik 3 Megawatt.

“Pembangunan bendungan, embung, dan infrastruktur sumber daya air lainnya adalah upaya mencapai ketahanan air dan kedaulatan pangan sebagai bagian dari Nawacita Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Jakarta, beberapa saat lalu.

Pengerjaan konstruksi bendungan dibagi menjadi dua paket dengan total nilai kontrak Rp1,86 triliun. Paket 1 dikerjakan oleh penyedia jasa konstruksi PT. Wijaya Karya – PT Daya Mulia Turangga – PT Barata Indonesia.

Paket 1 ini mengerjakan pembuatan bangunan pengelak, pembangunan bendungan utama (Erath Fill Dam), pembuatan bangunan pengambilan (Intake Tenggelam) dan hidromekanikal dengan menggunakan anggaran sebesar Rp970 miliar.

Paket 2 dikerjakan oleh penyedia jasa konstruksi PT. Nindya Karya – PT Adhi Karya KSO. Dana yang dibutuhkan sesuai nilai kontrak Rp898 miliar, di antaranya untuk pekerjaan relokasi jalan akses menuju bendungan, pembuatan bangunan pelimpah, dan bangunan fasilitas lainnya.

Penyelesaian bendungan diharapkan tepat waktu dan tepat mutu dan memenuhi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) konstruksi. Pembangunan dilakukan dengan kerja 3 shift per hari, 7 hari per minggu, dengan tetap memperhatikan K3. Untuk mencegah penyimpangan, dilakukan pengawasan oleh BPK, BPKP dan Inspektorat Jenderal Kementerian PUPR.

“Bendungan Sadawarna merupakan salah satu dari 49 bendungan baru yang ditargetkan dibangun dalam periode 2015-2019,” ujar Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Hari Suprayogi.

Sementara untuk penyelesaian ditargetkan usai dibangun pada  bulan Oktober 2022. (gunawan)

Baca juga: http://radarpagi.com/menanti-tersambungnya-ruas-tol-jakarta-surabaya/

News Feed