oleh

Dini Hari Tadi Gempa Bumi Terjadi di Nias dan Yogyakarta

-Jawa-66 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Dua gempa bumi berkekuatan di atas 5 Scala Richter (SR) terjadi pada Jumat (30/11/2018) di Yogyakarta pada pukul 03:42 WIB, dan Kepulauan Nias pada pukul 03:21 WIB.

Gempa di Yogyakarta terjadi di sebelah Barat Daya Kabupaten Bantul, pada kedalaman 18 km. Sementara pusat gempa di Kepulauan Nias berpusat di sekitar barat daya Nias dengan kedalaman 10 km.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta masyarakat tenang namun mewaspadai gempa susulan yang energinya diperkirakan lebih kecil dari gempa utama.

“Telah terjadi gempa bumi di Yogyakarta dan Nias dini hari tadi, masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami,” kata Kepala PVMBG, Kasbani, di Jakarta, Jumat (30/11/2018) pagi.

Menurut Kasbani, wilayah yang berdekatan dengan pusat gempa bumi di wilayah selatan Provinsi DI Yogyakarta umumnya tersusun oleh batuan karbonat, batuan sedimen dan batuan gunungapi berumur Tersier serta batuan sedimen dan batuan gunungapi berumur Kuarter.

“Batuan berumur Tersier yang telah terlapukan serta batuan berumur muda pada umumnya bersifat urai dan dapat mengamplifikasi guncangan gempa bumi,” katanya.

Sementara wilayah yang berdekatan dengan gempa di Nias, berdasarkan tatanan tektoniknya, daerah pusat gempa dipengaruhi oleh zona penunjaman lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia, sehingga memberikan kontribusi tektonik di laut maupun di daratan Pulau Sumatera.

Secara geologi, daerah sekitar pusat gempa bumi tersusun oleh alluvium dan endapan pantai, serta batuan sedimen berumur Tersier dan batuan Pra-Tersier.

“Jenis batuan berumur muda seperti alluvium dan batuan Kuarter biasanya bersifat lepas dan akan memperkuat guncangan gempa bumi,” kata Kasbani.

Beruntung, gempa yang mengguncang kedua lokasi tersebut tidak akan memicu terjadinya gelombang tsunami karena meski berpusat di laut dan berada di kedalaman yang dangkal namun energi yang dikeluarkan tidak cukup kuat untuk memicu terjadinya gelombang tsunami.

“Gempa bumi yang terjadi di Yogyakarta dan Nias tidak menyebabkan tsunami, karena meskipun berpusat di laut namun energinya tidak cukup kuat untuk menyebabkan deformasi di bawah laut,” ujar Kasbani.

Sampai berita ini diturunkan belum ada informasi kerusakan yang diakibatkan gempa bumi ini. (jar)

Baca juga: http://radarpagi.com/diguyur-hujan-deras-sekolah-dan-ratusan-rumah-di-lengayang-direndam-banjir/

News Feed