oleh

Jokowi Sedih Bangsa Ini Saling Menghujat

-Utama-242 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Jokowi mengaku sangat sedih belakangan  media sosial dipenuhi aksi saling menghujat, menjelekkan, mencela, memfitnah, dan hoaks. Semua perilaku tersebut menurutnya sangat berbahaya.

Menurut Jokowi, saling hujat itu terjadi dimulai dari pemilihan bupati, wali kota, gubernur, dan presiden. Padahal, lanjut Jokoei,  ini adalah proses demokrasi yang ada setiap 5 tahun.

“Sangat rugi besar kalau kita, misalnya dalam majelis taklim tidak saling sapa gara-gara pilihan gubernur atau pilihan bupati atau pilihan wali kota atau pilihan presiden,” ujar Jokowi saat menutup Festival Bintang Vokalis Qasidah Gambus Tingkat Nasional Tahun 2018 Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI), di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (29/11/2018) malam.

Jokowi pun mencontohkan dirinya yang kerap disebut sebagai anggota PKI.

“Saya kadang sedih gitu, misalnya isu mengenai Presiden Jokowi itu PKI. Saya kadang menceritakan, saya lahir itu tahun ‘61. PKI itu dibubarkan tahun ’65-’66, umur saya baru 4 tahun. Tapi ini dikembang-kembangkan, logikanya tidak masuk, enggak ada yang namanya PKI balita,” ujarnya.

Dia menegaskan, dirinya dan keluarganya muslim, termasuk bapak ibu dan kakek neneknya. Jokowi pun menantang siapa saja yang tidak percaya untuk mengecek langsung.

“Ada yang percaya? Tabayun, cek, gampang,” ujarnya.

Jokowi mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menghadapi setiap pesta demokrasi itu dengan sebuah kedewasaan.

“Jangan sampai fitnah-fitnah dan isu-isu itu terus berkembang,” tegasnya. (zal)

Baca juga: http://radarpagi.com/jokowi-tutup-festival-bintang-vokalis-qasidah-gambus-tingkat-nasional/

News Feed