oleh

Pelebaran Jalur Puncak Telan APBN Rp73 miliar

-Ekonomi-83 views

 

Jakarta, Radar Pagi –  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini tengah melakukan konstruksi pelebaran jalur Puncak Bogor, Provinsi Jawa Barat mulai dari Gadog (Ciawi) hingga Megamendung-Cisarua.

Proyek pelebaran jalan tersebut dimaksudkan untuk mengurai kemacetan dari arah Jakarta menuju kawasan Puncak dan sebaliknya yang kerap terjadi saat akhir pekan atau libur panjang,

Untuk pelebaran jalur puncak ini, Kementerian PUPR bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor. Konsekuensi dari pelebaran yang dilakukan,  banyak pedagang kaki lima yang selama ini berjualan di pinggir jalan dipindahkan ke tempat yang lebih layak dan aman. Namun belum diketahui kemana para pedagang tersebut dipindahkan.

“Penataan kawasan puncak juga merupakan salah satu upaya jangka panjang mengurangi risiko terjadinya longsor pada jalur puncak akibat adanya perubahan pemanfaatan ruang, curah hujan tinggi, dan kondisi topografi,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Jakarta, kemarin.

Sementara Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VI, Direktorat Jenderal Bina Marga Hari Suko Setiono mengatakan paket pembangunan pelebaran jalur puncak terdiri dari pelebaran jalan Ciawi-Puncak sepanjang 5 km dan pembangunan rest area Gunung Mas, menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) senilai Rp73 miliar.

Sesuai kontrak, paket pembangunan pelebaran Jalan Puncak akan selesai pada tahun 2019.

Pelebaran jalan Puncak tersebut, menurut Hari, dilakukan pada beberapa spot yang sebelumnya dimanfaatkan oleh para Pedagang Kaki Lima (PKL) atau pada bangunan liar yang berdiri di titik yang dimungkinkan untuk dilebarkan.

“Pekerjaan dimulai pada awal Nopember 2018 dan dilaksanakan oleh PT. Anten Asri Perkasa selaku kontraktor,” 

“Pekerjaan dimulai pada awal Nopember 2018 dan dilaksanakan oleh PT. Anten Asri Perkasa selaku kontraktor,” ungkap Hari.

Untuk mengakomodir lokasi baru bagi para PKL  karena adanya pelebaran jalan tersebut, akan disiapkan rest area seluas 5 hektare di dekat kawasan Agrowisata Gunung Mas, Cisarua.

Selain melakukan pelebaran jalur Puncak, BBPJN VI Ditjen Bina Marga juga tengah menyelesaikan pembangunan duplikasi Jembatan Gadog yang berada di Kecamatan Ciawi, Puncak Bogor, Provinsi Jawa Barat.

“Pembangunan duplikasi jembatan tersebut diharapkan akan membantu mengurai kemacetan dari arah Jakarta menuju kawasan Puncak dan sebaliknya,” terang Hari.

Pembangunan duplikasi Jembatan Gadog diproyeksikan memiliki panjang total 52 meter dari titik awal dekat pusat oleh-oleh sebelum tikungan jembatan dari arah Ciawi hingga sebelum Tanjakan Selarong. Jembatan ini akan berfungsi untuk mengurangi beban lalu lintas jembatan lama yang nantinya akan tetap dipakai.

Hari mengatakan, saat ini progres pembangunan duplikasi Jembatan Gadog telah mencapai 65,29 %. “Setelah selesainya jembatan, diharapkan dapat mengurangi kemacetan yang sebelumnya sering terjadi di lokasi ini,” ujarnya.

Konstruksi jembatan yang melintang di atas Sungai Ciliwung tersebut, menurut Hari, dibangun secara terpisah tepat di samping jembatan yang sudah ada dengan masing-masing dua lajur, sehingga total terdapat empat lajur dengan jembatan lama.

Dengan adanya jembatan baru selebar 9 meter itu akan menambah lebar keseluruhan jembatan menjadi 16 meter.

“Jembatan tersebut nantinya digunakan untuk kendaraan dari arah Jakarta menuju kawasan Puncak, sedangkan jembatan lama untuk arah sebaliknya,” jelas Hari seraya menambahkan, pembangunan jembatan tersebut telah dimulai sejak Juni 2018 oleh PT. Bumi Duta Persada selaku kontraktor pelaksana, dengan nilai kontrak Rp12,63 miliar. (safrizal)

Baca juga: http://radarpagi.com/empat-kabupaten-di-jawa-barat-ini-rawan-bencana-di-musim-penghujan/

News Feed