oleh

150 Personil TNI/Polri Buru KKB yang Tembak Mati 31 Pekerja dan 1 TNI

-Hukum-219 views

 

Jakarta, Radar Pagi – 150 personil gabungan TNI dan Polri dikerahkan untuk memburu Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menembak mati 31 karyawan BUMN PT Istaka Karya dan seorang prajurit TNI Yonif 755/Yalet di Kabupaten Nduga, Papua. 

Ke-150 personil gabungan itu dipantau langsung oleh Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring dan Kapolda Papua Irjen Martuani Sormin.

Wakapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi mengatakan, penembakan terhadap 31 pekerja dan anggota TNI dilakukan di waktu yang berbeda. KKB baru menyerang Pos TNI pada Senin malam (3 Desember) kemarin.

“Tadi malam KKB juga melakukan penyerangan terhadap Pos Satgas Yonif 755/ Yalet, menyebabkan 1 anggota tewas ditembak. Pos ini merupakan pos TNI terdekat dengan lokasi kejadian (pembantaian pekerja jembatan pada hari Minggu, 2 Desember),” kata Letkol Inf Dax Sianturi di Makodam Cenderawasih di Jayapura, Selasa (4/12/2018). 

Namun nama personil TNI yang tewas maupun luka belum bisa diketahui karena pihaknya masih kesulitan untuk menghubungi  Pos Yonif 755/Yalet.

Di Jakarta, Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamirzad Ryacudu merasa gusar mendengar kejadian ini. Dia memaksa gerombolan bersenjata itu menyerah.

“Bagi saya tidak ada negosiasi. Menyerah atau ‘diselesaikan’. Itu saja,” ujar Menhan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Menhan menilai pun tidak tepat bila kelompok bersenjata itu disebut sebagai kelompok kriminal bersenjata, karena mereka jelas merupakan pemberontak.

“Mereka itu bukan kelompok kriminal tapi pemberontak. Kenapa saya bilang pemberontak? Ya kan mau memisahkan diri, Papua dari Indonesia. Itu kan memberontak, bukan kriminal lagi,” katanya.

Dia pun mengingatkan wewenang TNI untuk menyelesaikan persoalan ini. “Tugas pokok Kemenhan, tugas pokok TNI, satu, menjaga kedaulatan negara. Kedua, menjaga keutuhan negara. Tiga, menjaga keselamatan bangsa,” ungkapnya. (zal)

Baca jugahttp://radarpagi.com/jasad-31-pekerja-yang-dibunuh-opm-belum-bisa-dievakuasi/

News Feed