oleh

Kota Palopo Dijadikan Model Agroindustri Sagu

-Ekonomi-914 views

 

Sulsel, Radar Pagi – Palopo beserta kawasan sekitarnya seperti Luwu Utara dan Luwu Timur dulunya merupakan sentra produksi pertanaman sagu di Sulawesi Selatan. Namun seiring berjalannya waktu, keberadaan sagu sebagai bahan makanan pokok masyarakat setempat tergantikan oleh pangan berbasis beras dan terigu seperti nasi, mie instan dan roti. 

Terkait hal tersebut, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian menggandeng Pemerintah Kota Palopo untuk bersama membangun Model Agroindustri Sagu. Model ini diharapkan menjadi percontohan kepada masyarakat bagaimana mengolah sagu yang baik dan benar, sehingga produk yang dihasilkan akan memiliki kualitas yang terjamin. Model agroindustri sagu tersebut nantinya akan menjadi bagian dari Technopark Sagu yang akan dibangun Pemerintah Kota Palopo.

Pengembangan model agroindustri sagu bantuan dari Balitbangtan meliputi line process pengolahan pati sagu premium dan mi sagu kapasitas 150 kilogram input per proses.

Alat yang digunakan meliputi pengayak pati basah, bak pengendapan, pengepress, milling unit (diskmill), pengering (rotarydryer), pengayak pati sagu kering, dan mesin pengemas. 

Selain itu, untuk mengenalkan produk turunan lain dari sagu, diserahkan pula  mesin ekstruder yang mampu menghasilkan mie, berasan atau produk pasta lainnya. 

Saat ini peralatan ditempatkan di sentra industri pangan, Dinas perindustrian kota palopo, Jl. Dr. Ratulangi km.11 Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo sambil menunggu beroperasinya Technopark Sagu.

Untuk mendukung keberhasilan pembangunan Model agroindustri sagu perlu didukung oleh sumber daya manusia yang handal khususnya calon pengelola bisnis tersebut.  Oleh karena itu, pada tanggal 6 Desember 2018 kemarin dilakukan peresmian model pengembangan agroindustri sagu oleh Walikota Palopo. 

Acara tersebut  didahului dengan bimbingan teknologi pengolahan sagu. Rangkaian kegiatan ini adalah lanjutan dari penandatanganan MoU kerja sama pengembangan sagu pada tanggal 7 November 2018 pada acara local food fiesta di Bogor.

Dalam bimtek materi yang  disampaikan antara lain mengenai potensi sagu sebagai pangan masa depan, Teknologi ekstraksi sagu, teknologi pengeringan sagu serta  teknologi pembuatan mie sagu. 

Bimtek ini sendiri dihadiri oleh 70 peserta baik dari UKM, Penyuluh, petani sagu dan perguruan tinggi.

“Kita berharap produksi sagu bisa berkembang dengan baik di Palopo. Saat ini ada 27 jenis olahan sagu.  Dengan adanya perlatan baru ini maka akan lebih banyak varian olahan sagu yang dihasilkan dan bisa menjadi cindera mata khas di kota Palopo,” ujar Wali Kota Palopo Drs. H.M. Judas Amir, MH.

Sementara itu, Dr. Ir. Evi Savitri I, MSi yang dalam hal ini mewakili Kepala BB Pascapanen menyampaikan, model pengembangan agroindustri sagu ini merupakan upaya Kementan untuk berkontribusi dalam menyiapkan pangan nasional dan dunia dari sumber karbohidrat selain beras.

“Diharapkan peralatan dan teknologi yang telah diberikan dapat dipergunakan untuk menghasilkan produk mie sagu kapurung yang bisa menjadi kuliner khas Kota Palopo,” katanya. (rilis)

 

News Feed