oleh

Makan Malam Bersama Ratusan Warga Tionghoa, Prabowo Minta Kesalahan Ahok Jangan Dikaitkan dengan Etnis

-Nasional, Utama-81 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto makan malam bersama masyarakat Tionghoa di Sun City, Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, Jumat (7/12/2018) kemarin malam. Di sana, dia menyinggung mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Prabowo secara tersirat meminta kesalahan Ahok terkait kasus penistaan agama tidak ditimpakan kepada etnis Tionghoa dan umat Kristen.

“Mohon jangan dijatuhkan karena dia (Ahok) orang Tionghoa atau dia orang Kristen. Kalau dia jatuh karena dia salah, ya itu tanggung jawab dia sebagai pemimpin dan sebagai pribadi,” ujar Prabowo di hadapan ratusan masyarakat Tionghoa.

Prabowo mengaku sempat mendapat banyak penolakan dari ulama dan tokoh Islamketika mencalonkan Ahok sebagai wakil gubernur DKI Jakarta berpasangan dengan Joko Widodo. Namun dia tetap teguh mencalonkan Ahok. Hal itu merupakan bukti bahwa dirinya tidak pernah membeda-bedakan suku dan etnis.

Prabowo pun mengungkapkan kehadirannya dalam gala dinner dan diskusi dengan masyarakat Tionghoa sebagai wujud keinginan untuk hidup rukun dalam suasana masyarakat yang adil dan beradab

“Kita bisa berkumpul, kita bisa makan bersama, terbuka satu sama lain. Ini adalah bukti bahwa kita punya masa depan yang baik. Kita punya kesempatan untuk menempuh dan membangun kehidupan yang lebih baik lagi,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, masyarakat harus hidup dalam persatuan. Tidak boleh ada pembedaan perlakuan terhadap warga. Tionghoa dan seluruh etnis yang ada dalam masyarakat Indonesia, kata Prabowo, juga harus dilindungi oleh pemimpinnya, yakni presiden. Prabowo berjanji akan berusaha melindungi seluruh warga negara Indonesia jika terpilih pada Pilpres 2019 mendatang.

“Saya memandang Tionghoa sama seperti suku-suku dan kelompok etnis lainnya dan karena itu kalau saya dipilih, kalau saya menerima tugas, saya akan membela warga saya dengan sekuat tenaga saya,” tegas Prabowo.

Selama menjadi pemimpin pun Prabowo mengaku sangat terinsiprasi dari sejarah dan filosofi bangsa Cina. “Dalam menjalankan kepemimpinan, saya banyak sekali dipengaruhi oleh sejarah Tiongkok, oleh filosofi Tiongkok, oleh pelajaran-pelajaran Tiongkok,” tutur Prabowo.

Dia mengatakan ada satu kalimat filosofis bangsa Tiongkok yang dipegang teguh hingga saat ini. Dalam bahasa Indonesia, kalimat tersebut berbunyi, ‘Seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak.’ 

“Saya menyesal saya baru ketemu (filsafat) ini sesudah saya pensiun. Kalau saya ketemu ini waktu saya Mayor, mungkin sudah lama jadi presiden,” ucap Prabowo. 

Prabowo menghadiri Gala Dinner bertajuk Tionghoa dan Bisnis di Mata Prabowo Subianto di Sun City Ballroom, Jakarta, Jumat malam (7/12). Hadir ratusan pengusaha Tionghoa dari berbagai daerah, tak hanya Jakarta.

Prabowo ditemani Titiek Soeharto. Hadir pula sejumlah petinggi Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi turut hadir, seperti Hashim Djojohadikusumo, Maher Algadri, Sugiono, dan Fuad Bawazier,

Di akhir acara, Prabowo menerima cinderamata berupa patung naga serta lukisan wajah dirinya dan Sandiaga Salahuddin Uno. Dia juga menerima donasi sebesar Rp460 juta dari 16 pengusaha yang hadir dalam acara tersebut. (jar)  

Baca juga: http://radarpagi.com/di-hadapan-masyarakat-tionghoa-prabowo-janji-bela-hak-mereka-sekuat-tenaga/

News Feed