oleh

Siap-siap! Habib Bahar Terancam 5 Tahun Penjara

-Hukum-169 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Tersangka kasus diskriminasi etnis dan ras, Habib Bahar bin Smith, terancam hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp500 juta.

Habib Bahar sudah diperiksa Bareskrim Polri, Kamis (6/12/2018). Dari hasil pemeriksaan itu, Bahar ditetapkan sebagai tersangka dengan mengacu pada Pasal 4 huruf b angka 2 Undang-undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Pasal itu berbunyi, “Berpidato, mengungkapkan, atau melontarkan kata- kata tertentu di tempat umum atau tempat lainnya yang dapat didengar orang lain.”

“Paling lama 5 tahun, dendanya Rp 500 juta,” kata Kabag Penerangan Umum (Penum) Divisi Humas Polri Kombes Syahar Diantono di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (7/12/2018) kemarin.

Pimpinan Majelis Pembela Rasulullah itu tidak dijerat dengan Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) karena bukan sosok yang mengunggah dan menyebarkan video.

“UU mengatur seperti itu, (Bahar) tidak menyebarkan dan mengunggah,” ujar Kombes Syahar.

Rekaman video yang dimaksud adalah ceramah dalam acara penutupan Maulid Arba’in di Gedung Ba’alawi, Palembang, Sumatera Selatan pada 8 Januari 2017 dengan dihadiri kurang lebih 1.000 orang.

Meski sudah dijadikan tersangka, polisi tidak menahan Bahar dikarenakan tiga pertimbangan. Pertama, polisi meyakini Bahar tidak akan melarikan diri. Kedua, Bahar diyakini tidak akan mengulangi perbuatannya. Ketiga, Bahar diyakini tidak akan menghilangkan barang bukti karena sangat kooperatif selama pemeriksaan.

“Kemungkinan dia ditahan jika menurut penyidik melanggar ketiga hal tersebut,” kata Kombes Syahar.

Sebelumnya, pengacara Bahar, Aziz Yanuar mengatakan kliennya siap bertanggung jawab atas tindakannya. Habib Bahar juga bersikap kooperatif.

“Habib nggak ada respons yang bagaimana-bagaimana karena memang kooperatif dan memang bersedia mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar Aziz setelah mendampingi pemeriksaan Habib Bahar di Bareskrim Polri, Kamis (6/12/2018).

Sementara itu, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding mengatakan bahwa penetapan Habib Bahar bin Ali bin Smith sebagai tersangka oleh pihak kepolisian bukan bentuk kriminalisasi ulama.

“Karena saya melihat arah mau di framing ke arah kriminalisasi ulama. Padahal ya enggak ada urusannya,” kata Karding saat ditemui di Grand Sahid Hotel, Jakarta, Jumat (7/12/2018).

Karding menyakini kepolisian tidak sembarangan menetapkan seseorang sebagai tersangka. “Kalau menurut peraturan dua alat bukti setelah ditemukan, berati cukup. Yang penting polisi harus terbuka sesuai dengan batas-batas dibolehkan UU tentang proses dan bukti-bukti itu,” ungkapnya. (jar)

News Feed