oleh

Didakwa Korupsi Dana Bansos, Mantan Sekda Tasikmalaya Terancam Hukuman 20 Tahun

-Jawa-60 views

 

Bandung, Radar Pagi – Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tasikmalaya Abdul Khodir didakwa melakukan tindak pidana korupsi dana hibah dan bantuan sosial Tahun Anggaran 2017 untuk 21 yayasan dengan melakukan pemotongan hingga menyebabkan kerugian negara mencapai Rp 3,9 miliar.

Dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Tipikor Bandung, Abdul Kodir didakwa melanggar Pasal 2 Undang-undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2011 tentang tipikor juncto Pasal 55 dan 56 KUHP juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Dia juga didakwa Pasal 3 Undang-undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2011 tentang tipikor juncto Pasal 55 dan 56 KUHP juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Modusnya, 21 yayasan yang seharusnya mendapatkan dana bansos antara Rp150 juta s/d Rp250 juta, ternyata hanya menerima 10 persen dari nilai sesungguhnya. Dari hasil pemotongan, Abdul Khodir mendapat jatah Rp1,4 miliar, sisanya dibagi untuk 5 ASN di lingkungan Pemkab Tasikmalaya dan 3 pengusaha.

“Penerima hibah hanya mendapat 10 persen dari pengajuannya,” ujar jaksa Andi Adika saat membacakan dakwaan dalam persidangan yang dipimpin Hakim M. Razad itu.

Dengan dakwaan itu, Abdul Khodir terancam hukuman 20 tahun kurungan penjara bila terbukti bersalah.

“Kasus ini mengakibatkan kerugian negara atau setidak-tidaknya berdasarkan penghitungan dari inspektorat sebesar Rp 3,9 miliar,” kata jaksa.

Sementara itu, Bambang Rusmana selaku pengacara Abdul Khodir, akan mengajukan Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, sebagai saksi karena dalam surat keputusan (SK) mekanisme pemberian hibah dan Bansos ditandatangani Uu ketika menjabat sebagai Bupati Tasikmalaya.

“Tadi dalam dakwaan disebutkan sesuai dengan SK bupati. Kenapa bupatinya gak diperiksa?” kata Bambang.

Selain Uu, menurutnya ada saksi-saksi lain yang akan dihadirkan dalam persidangan. Namun dia keberatan untuk menyebutkan nama-namanya.

“Tidak boleh disebutkan nanti terbuka. Jangan-jangan nanti kalau terbuka dihalang-halangi atau segala macem. Pokoknya ada saksi dari dalam maupun dari luar. Bukti juga kita lengkapi,” ujarnya. (heri)

 

 

 

   

News Feed