oleh

Polisi Belum Ungkap Identitas Massa Penyerang Polsek Ciracas

-Jabodetabek-110 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis belum bisa mengungkap identitas massa yang merusak Markas Polsek (Mapolsek) Ciracas, Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur. Namun diduga massa mencari tahu soal keberadaan tukang parkir yang menjadi pelaku pemukulan rekannya.

“Kita tidak tahu massa dari mana. Itu massa yang kurang puas atas penanganan kasus yang terjadi sehari sebelumnya,” kata Irjen Idham di Polsek Ciracas, Jakarta Timur, dini hari tadi.

Kemudian, kata Kapolda, dampak dari ketidakpuasan itu, sebagian massa berjumlah sekitar 200 orang, pada Selasa (11/12/2018) malam sekitar pukul 22.00 WIB, merangsek masuk ke Mapolsek untuk mengecek apakah benar tahanan yang memukul rekan mereka sudah ditahan.

Sayangnya, massa juga melakukan perusakan di Mapolsek tersebut. Bahkan sejumlah kendaraan milik polisi pun dirusak dan ada yang dibakar massa.

“Apakah terkait kasus pemukulan TNI di Ciracas?” desak wartawan kepada Kapolda.

“Kemungkinan analisisnya ke sana, tapi beri saya waktu untuk teman-teman krimum (kriminal umum) dan Kapolres bekerja. Kalau ada perkembangan yang sudah didapat, saya sampaikan,” jawab Kapolda,

Kapolda menegaskan dugaan tersebut baru kesimpulan sementara. Apakah massa yang menyerang merupakan oknum TNI atau masyarakat sipil, belum jelas betul. Polda Metro dan Kodam Jaya telah melakukan koordinasi mengenai kejadian ini.

Tujuh orang tahanan di Polsek Ciracas, Jakarta Timur, dipindahkan ke Polda Metro Jaya. Pemindahan dilakukan setelah Polsek Ciracas dirusak massa.

“Tahanan sendiri jumlahnya tujuh dalam keadaan aman dan sehat, sudah dipindahkan ke Polda Metro Jaya,” ujar Kapolda.

Pusat Polisi Militer TNI (Puspom TNI) saat ini sudah menyelidiki insiden perusakan Mapolsek Ciracas. Dugaan keterlibatan oknum TNI dalam penyerangan itu pun masih didalami.

“Jadi sedang kita tangani oleh Puspom TNI. Sedang kita dalami,” kata Kadispenal Kolonel Laut M Zaenal saat dihubungi, Rabu (12/12/2018).

Zaenal mengatakan pihaknya akan menggelar rapat dengan Puspom TNI. Perkembangan penanganan kasus itu segera disampaikan.

Sementara itu, Kodam Jaya memastikan akan memproses hukum para pelaku perusakan itu apabila benar berasal dari unsur TNI.

“Kalau nanti memang nanti ada anggota TNI yang terlibat, jelas kita akan proses dan kita tindaklanjuti dengan aturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Jaya Kolonel Inf Kristomei Sianturi, Rabu (12/12/2018).

Namun Kristomei meminta siapa pun tidak tergesa-gesa menarik kesimpulan bahwa sekelompok orang yang merusak markas kepolisian di Ciracas itu adalah anggota TNI.

Pasca keributan tadi malam yang menyebabkan kemacetan parah di depan Mapolsek Ciracas, pagi dan siang ini arus lalu lintas terpantau lancar.  Tidak ada kemacetan yang terjadi baik dari arah Pasar Rebo menuju Cililitan ataupun sebaliknya.

Hanya, pintu gerbang masuk ke area Polsek tertutup rapat. Papan-papan kayu terpasang berjajar di sepanjang pintu gerbang Polsek Ciracas.  Tterlihat pelayanan di Polsek Ciracas masih belum berjalan. Area dalam Polsek tampak sepi.

Terlihat truk sampah mengangkut puing-puing bekas kerusuhan. Sebanyak dua truk Yonif Mekanis 201/JY juga merapat ke Polsek Ciracas pukul 09.30 WIB. Personel TNI AD yang ada dalam truk tersebut kemudian masuk ke dalam halaman polsek lewat pintu samping.

Namun sampai berita ini diturunkan, belum jelas maksud kedatangan mereka, apakah untuk membantu pengamanan polsek karena terlihat mereka dilengkapi senjata laras panjang, atau kedatangan mereka untuk memperbaiki kerusakan di polsek tersebut. (jar)

Baca juga: http://radarpagi.com/2018/12/12/saat-ditangkap-juru-parkir-yang-keroyok-tni-masih-enak-tidur/

 

News Feed