oleh

Ini Kronologi OTT Bupati Cianjur Berkode Cempaka yang Diduga Tilep Dana Pendidikan

-Jawa-703 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Dalam memuluskan aksinya supaya tidak terendus KPK, Bupati Cianjur cs diduga menggunakan sejumlah kode dalam sejumlah pembicaraan dengan para tersangka lainnya.

Kode yang berhasil diungkap KPK adalah ‘Cempaka’ yang digunakan untuk mengganti nama Bupati Cianjur Irvan Rivanto Muchtar.

“Sandi yang digunakan adalah ‘Cempaka’ yang diduga merupakan kode yang menunjuk Bupati IRM (Irvan Rivanto Muchtar),” kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan, Rabu (12/12/2018) malam kemarin.

KPK menduga Irvan bersama sejumlah pihak diduga memotong pembayaran DAK Pendidikan Kabupaten Cianjur tahun 2018 sekitar 14,5 persen dari total Rp 46,8 miliar. Diduga, Irvan meminta jatah 7 persen atau Rp 3,2 miliar dari total anggaran Rp 46,8 miliar itu.

Basaria menjelaskan, fee tersebut dikumpulkan Irvan dari 140 Kepala Sekolah SMP di Kabupaten Cianjur yang menerima DAK. Suap itu dikumpulkan melalui Ketua Majelis Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Cianjur Rudiansyah dan Bendahara MKKS Taufik Setiawan.

Basaria mengaku kecewa dengan perbuatan para tersangka yang tega memotong dana pendidikan. Akibat ulah para tersangka, pendidikan generasi masa depan bangsa jadi terhambat.

“Seharusnya (uang) digunakan oleh sekitar 140 SMP di Cianjur untuk membangun fasilitas sekolah, seperti ruang kelas, laboratorium atau fasilitas yang lain. Justru dipangkas sejak awal untuk kepentingan pihak-pihak tertentu,” ujar Basaria.

KPK melakukan penyelidikan kasus ini sejak Agustus 2018. Setelah menemukan sejumlah petunjuk dan bukti awal, barulah KPK melakukan OTT pada Rabu (12/12/2018).

OTT dilakukan setelah KPK mengidentifikasi perpindahan uang yang dikemas dalam kardus dari mobil Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Rosidin ke mobil milik Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Cecep Sobandi, sekitar pukul 05.00 WIB.

“KPK sudah mengetahui bahwa kardus cokelat di dalam mobil berisi uang yang berasal dari kepala sekolah SMP di Cianjur,” ujar Basaria.

Kemudian, tim KPK mengamankan dua orang yakni Cecep Sobandi dan sopir di halaman Masjid Agung Cianjur. Basaria melanjutkan setelah itu tim KPK menangkap Rosidin di rumahnya, sekitar pukul 05.17 WIB.

Selanjutnya, tim KPK menciduk Ketua Majelis Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Cianjur Rudiansyah dan Bendahara MKKS Taufik Setiawan dari rumahnya masing-masing. Sekitar pukul 06.30 WIB, tim menangkap Irvan di rumah dinasnya.

“Kemudian tim mengamankan B (Budiman), Kepala Seksi pada Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Budiman di sebuah hotel, di Cipanas, pada pukul 12.05 WIB,” terang Basaria.

Total ada 7 orang yang ditangkap dalam OTT ini, namun baru 4 yang ditetapkan sebagai tersangka.

Keempat tersangka adalah Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar,  Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Cecep Sobandi, Kepala Bidang SMP di Dinas Pendidikan di Kabupaten Cianjur Rosidin, dan Kakak Ipar Bupati Cianjur bernama Tubagus Cepy Sethiady.

Mereka terancam hukuman hukuman penjara 4-20 tahun dan denda Rp 200 juta hingga Rp1 miliar. (jar)

Baca juga: http://radarpagi.com/2018/12/13/tilep-dana-pendidikan-bupati-cianjur-terancam-hukuman-maksimal/

News Feed