oleh

Jokowi Sedih Disebut Plonga-plongo

-Utama-203 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Presiden Jokowi mengaku sedih disebut plonga-plongo. Dia menilai cacian tersebut jauh dari nilai tata krama bangsa Indonesia.

“Masa mengatakan kepada presidennya, maaf, plonga-plongo. Apalagi? Coba ditambahi. Begitu banyak kata-kata seperti itu, itu bukan sopan santun Indonesia,” ujar Jokowi dalam acara peluncuran buku ‘Jokowi Menuju Cahaya’ di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (13/12/2018).

Plonga-plongo sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonsia, artinya ‘tercengang’ atau ‘mulut ternganga’. Namun dalam bahasa Jawa, arti plonga-plongo sangat jauh berbeda dengan arti yang diterangkan dalam kamus. Plonga-plongo bisa berarti ‘orang yang bingun tidak tahu harus melakukan apa’.

Jokowi mengaku sudah sering dihujat sejak masih menjabat Wali Kota Solo. Penyebabnya? Karena kebijakannya tidak bisa memuaskan semua orang.

“Kebijakan itu nggak mungkin membahagiakan 100 persen orang. Artinya ada yang nggak seneng. Nggak seneng itu bisa mencela, bisa mencaci. Jadi gubernur juga sama, jadi presiden juga sama, biasa, meskipun sedih juga ya,” ujar Jokowi.

Menurutnya, kata-kata kasar yang belakangan marak beredar di tengah masyarakat sama sekali bukan budi pekerti bangsa Indonesia.

“Apakah ini etika Indonesia, apakah ini tata krama Indonesia, apakah sopan santun Indonesia? Nggak! Ini ada sesuatu yang harus kita lurusi,” katanya.

Jokowi masyarakat merubah pola pikir ke arah yang lebih baik,  dari konsumsi ke produksi, dari negative thinking ke possitive thinking.

“Kita Perlu membangun SDM yang selalu berpikiran ke depan dan possitive thinking,” kata Jokowi. (ria)   

News Feed