oleh

Sukses! Program Rumah Jokowi Tembus 1 Juta

-Ekonomi-70 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Pemerintah menyatakan realisasi Program Sejuta Rumah tahun 2018 sudah menembus target.

“Alhamdulillah sesuai janji kita semua kita tembus satu juta rumah. Sebetulnya pertengahan sudah 1.091.255 unit itu update per 10 Desember 2018,” kata Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Khalawi Abdul Hamid di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (13/12/2018).

Menurut Khalawi, per 10 Desember sudah dibangun 1.091.255 unit rumah.  Tercapainya program sejuta rumah ini, kata Khalawi, tidak terlepas dari sinergitas seluruh stakeholder di bidang perumahan baik itu dari pemerintah pusat, daerah, swasta dan masayarakat.

“Dalam gerakan baik pemerintah pusat, daerah, swasta dan masyarakat bersama-sama mendorong. Karena komponennya itu,” katanya.

Berdasarkan perhitungan kontribusi pemerintah terhadap program sejuta rumah adalah sekitar 50%. Di mana 20% di antaranya adalah disediakan dari Direktorart Jenderal Penyediaan Peruamahan dan 30% berasal dari Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan.

Sedangkan sisanya berasal dari berbagai macam stakeholder perumahan. Baik itu dari swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ataupun lewat skema Kerjasam Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Program satu juta rumah andalan Presiden Joko Widodo ini disebut-sebut juga banyak diminati oleh negara lain di dunia. Hal tersebut dipastikan usai pertemuan developer seluruh dunia yakni FIABCI World Congress di Bali.

Beberapa negara yang secara terang-terangan tertarik mengadopsi program sejuta rumah ini adalah mayoritas dari negara Afrika dan Amerika Latin. “Sebut saja seperti negara Aljazair yang mana pimpinan negaranya mengajukan secara terang-terangan,” ujar Khalawi.

Menurut Khalawi, beberapa negara tertarik dengan program ini karena konsepnya. Di mana konsep dari program sejuta rumah adalah kerja gotong royong.

“Konsep yang gotong royong jni yang mereka tertarik tapi secara rata rata mereka jadi beban negara,” ucapnya.

Menurut Khalawi, meskipun mengadopsi konsepnya namun jumlah rumah yang dibangun tidak sama seperti Indonesia. berdasarkan pernyataan Presidennya, sekitar 4.000 saja yang akan dibangun.

“Di Aljazair itu pemerintahnya yang membangunkan enggak sampai sejuta. Tapi bisa setahun mereka berapa ribu,” ujarnya. (fitria)

 

News Feed