oleh

Miris! Anak Buah Bupati Cianjur Transaksi Korupsi di Halaman Masjid

-Jawa-101 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap fakta bahwa ‘anak buah’ Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar melakukan proses transaksi korupsinya di halaman Masjid Agung Cianjur.

KPK saat melakukan OTT memang mendapati barang bukti uang sekitar Rp1,5 miliar yang disimpan dalam kardus. Uang itu bagian dari hasil pemotongan Anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan senilai Rp 46,8 miliar ke 140 sekolah. Dana itu kemudian diduga dipotong sebesar 14,5 persen oleh Irvan dan sejumlah pihak lainnya. Sementara itu, jatah untuk Irvan secara pribadi adalah 7 persen dari total DAK atau sekitar Rp 3,2 miliar.

Kardus tersebut dibawa oleh Rosidin selaku Kepala Bidang SMP di Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur untuk diserahkan kepada Cecep Sobandi yang menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Cianjur.

Uang berpindah dari mobil Rosidin ke mobil Cecep di halaman Masjid Agung Cianjur selepas sholat subuh, Rabu (12/12/2018).

Tim KPK baru melakukan penangkapa ketika kardus berisi uang itu sudah berada dalam mobil Cecep. Cecep pun ditangkap bersama bersama sopirnya. Sedangkan Rosidin yang sudah pulang duluan juga ditangkap.

Bupati Irvan, meski tidak berada di lokasi OTT, namun ikut ditangkap karena KPK memiliki bukti bahwa Irvan sebelumnya sudah mendapat jatah dari pemotongan dana DAK pendidikan itu sebesar Rp 3,2 miliar.

Saat ini, Irvan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Irvan juga sudah meminta maaf pada masyarakat Cianjur. Namun permohonan maafnya itu bukan sebagai pengakuan telah korupsi, tetapi karena merasa dirinya lalai mengawasi anak buah sehingga melanggar hukum.

“Saya memohon maaf ke masyarakat Kabupaten Cianjur atas kelalaian saya mengawasi aparat Pemerintah Kabupaten Cianjur yang telah melanggar hukum,” kata Irvan sebelum memasuki mobil tahanan yang mengantarnya ke rumah tahanan, Kamis (13/12/2018) kemarin.

Irvan membantah tuduhan menerima duit haram itu meski mengakui adanya pemotongan anggaran DAK pendidikan. Namun dia bersikeras penyunatan anggaran itu adalah inisiatif bawahannya. Hanya saja dia bersedia menanggung kesalahan mereka.

“Tentunya saya sebagai kepala daerah ikut bertanggung jawab, dan semoga ke depan ini menjadi pembelajaran untuk kita semua, juga aparat Pemerintahan Kabupaten Cianjur untuk menciptakan pemerintah yang bersih,” sambungnya.

Sementara itu, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, setelah melewati proses pemeriksaan, dilakukan penahanan selama 20 hari pertama untuk ketiga tersangka.

“CS (Cecep Sobandi), ditahan di Rutan Cab KPK di Kav C-1. ROS (Rosidin) ditahan di Rutan Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur,” jelas Febri Diansyah.

Sedangkan Irvan Rivano Muchtar bakal ditahan di Rutan Cabang KPK di belakang Gedung KPK Kav K-4. (jar)

News Feed