oleh

Ini Temuan Polisi Terkait Kasus Penganiayaan Dua Remaja oleh Habib Bahar Cs

-Jawa-885 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Polisi telah menetapkan Habib Bahar bin Smith sebagai tersangka dugaan penganiayaan. Polisi juga menetapkan lima tersangka lainnya dalam kasus ini.

Dari kelima tersangka, Bahar ditahan di Polda Jawa pada Selasa, 18 Desember 2018. Tersangka Agil Yahya alias Habib Agil dan M Abd Basit Iskandar, ditahan di Polres Bogor. Sedangkan tiga tersangka lain, yakni Hamdi, Husen Alatas, dan Sogih belum ditahan.

Beberapa temuan pun diungkap polisi ke publik, di antaranya Bahar yang mengganti seluruh akun medsosnya dengan nama Rizal begitu tahu kasus penganiayaan tersebut viral. Bahar juga diduga akan melarikan diri.

“Jejak itu (upaya melarikan diri dan mengganti nama) sudah didalami oleh penyidik melalui beberapa akun,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta, Rabu (19/12/2018).

Dedi juga menjelaskan, alasan penahanan Bahar salah satunya karena peran krusial yang bersangkutan dalam kasus tersebut, yakni sebagai aktor intelektual.

“Karena dia aktor intelektual di peristiwa itu. Dan korban dia ini anak-anak loh,” ujar Dedi.

Selain sebagai dalang, Bahar juga terlibat langsung dalam penganiayaan tersebut. Kemudian perbuatan tersebut juga dikenai pasal berlapis yang ancaman hukumannya di atas lima tahun penjara.

Kasus penganiayaan yang dilakukan Bahar bin Smith diduga dipicu tindakan korban yang membuat video parodi dengan mengaku-aku sebagai Bahar dan kerabat Bahar. Tindakan tersebut yang kemudian menyulut kemarahan Bahar dan tersangka lainnya.

“(Korban) melakukan ceramah-ceramah yang mirip BS (Bahar bin Smith) dan memviralkan hal itu. Semua persis, mulai dari (gaya) rambut dan lain-lain,” ujar Dedi.

Dia mengungkap motif korban mengaku sebagai Bahar hanya untuk mencari popularitas, sedangkan motif lain belum ditemukan.

Namun Azis Yanuar selaku pengacara Bahar mengungkapkan, korban pemukulan mencatut nama kliennya untuk meraup keuntungan.  

“Keduanya mencatut nama Habib untuk mendapatkan uang dan digunakan sendiri uangnya,” kata Azis saat dikonfirmasi.

Selain nama Bahar, korban juga dituding mencatut nama pesantren untuk mencari keuntungan. Karena itulah Bahar marah.

Saat ini, kondisi kedua remaja korban penganiayaan, CAJ (18) dan MKUAM (17), masih memprihatinkan. Mata para korban masih terus mengeluarkan darah.   

“Dampaknya berdarah terus matanya,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Iksantyo Bagus di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Selasa (18/12/2018) malam. 

Rambut korban juga digunduli oleh santri. Penggundulan itu atas perintah Habib Bahar.

“Rambut korban digunduli oleh salah seorang santri atas perintah Saudara BS (Bahar),” ujarnya.

Setelah digunduli, sekitar pukul 23.00 WIB, keduanya diperbolehkan pulang. CAJ dibawa pulang oleh ayahnya yang ikut menyaksikan anaknya dipukuli tanpa bisa berbuat apa-apa untuk melindungi anaknya itu. Sedangkan MKUAM diantar oleh salah seorang santri. (zal)

Baca juga: http://radarpagi.com/2018/12/20/kpai-kutuk-aksi-penganiayaan-bahar-cs-terhadap-dua-remaja/

News Feed