oleh

KPAI Kutuk Aksi Penganiayaan Bahar Cs Terhadap Dua Remaja

-Jawa-527 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengutuk aksi kekerasan yang dilakukan Bahar Cs kepada dua remaja di Bogor. Ulama semestinya jadi contoh bagi anak, bukan malah melakukan penganiayaan.

“Salah satu korban masih usia anak. Seberapa pun kesalahan seorang anak, yang bersangkutan wajib diberi kesempatan memperbaiki diri, bukan malah dianiaya. Seorang yang dikenal sebagai ulama mestinya perilakunya bisa menjadi model dan contoh yang baik bagi anak-anak didik dan jemaahnya,” kata Komisioner KPAI Retno Listyarti dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis (20/12/2018).

KPAI menilai polisi harus memberi perhatian serius lantaran kasus in memperburuk nama baik pesantren. “Ini kan terjadi di pesantren, maka Kementerian Agama (Kemenag) di setiap wilayah harus terus menerus melakukan kontrol dan pengawasan,” katanya.

KPAI mengapresiasi kepolisian yang sudah bergerak cepat dan menahan Habib Bahar. KPAI akan mengawasi kasus tersebut.

“Polisi tidak boleh kalah dengan tekanan pihak tertentu, hukum harus ditegakkan. Untuk itu, KPAI mendorong pihak kepolisian menuntaskan penyelidikan kasus ini,” ujar Retno.

KPAI akan mendorong untuk dilakukan pengawasan agar peristiwa serupa tidak terjadi di lingkungan pendidikan.

“Dan dinas-dinas pendidikan yang harus melakukan kontrol atau pengawas secara terus menerus. Kan tiap sekolah atau pesantren ada pengawasnya,” kata Retno.

Kasus penganiayaan yang disangkakan kepada Bahar Cs sangat mengusik nurani masyarakat. Terlepas dari kesalahan yang mungkin dilakukan kedua korban, masyarakat menilai seharusnya Bahar Cs sebagai ulama tidak bertindak main hakim sendiri dan melaporkan perbuatan kedua remaja yang meniru-niru dirinya itu ke polisi.

Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Selasa (18/12/2018) silam menjelaskan ayah korban CAJ bahkan terpaksa melihat langsung aksi penganiayaan tersebut.

Dia mengatakan pada Sabtu (1/12/2018), dua unit mobil mendatangi kediaman CAJ di Bogor untuk menjemput paksa.remaja itu. Ayah CAJ ikut diangkut lantaran berusaha menghalangi anaknya yang akan dibawa paksa oleh santri suruhan Habib Bahar.

Akibatnya, ayah CAJ melihat langsung Habib Bahar menganiaya korban di halaman belakang Pondok Pesantren miliknya, yaitu Tajul Alawiyyin di Pabuaran, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.   

Agung mengatakan di lokasi tersebut kedua korban sempat disuruh berkelahi dan dianiaya hingga pukul 23.00 WIB. Setelah dianiaya dan digunduli, CAJ pulang bersama ayahnya. Sedangkan korban lainnya berinisial MKUAM diantar oleh salah seorang santri.

Akibat penganiayaan tersebut, kedua korban mengalami luka lebam dan mata mereka terus mengeluarkan darah.

“Dampaknya berdarah terus matanya,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Iksantyo Bagus di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Selasa (18/12/2018) malam. (heri)

Baca juga: http://radarpagi.com/2018/12/20/ini-temuan-polisi-terkait-kasus-penganiayaan-dua-remaja-oleh-habib-bahar-cs/

 

 

News Feed