oleh

KPK Isyaratkan Ada Tersangka Lain dalam Suap Kemenpora

-Jabodetabek-447 views

 

Jakarta, Radar Pagi – KPK menetapkan 5 tersangka terkait kasus dana hibah dari Kemenpora kepada KONI. Diduga terjadi kesepakatan fee sebesar 19,13% yaitu Rp 3,4 miliar dari total dana hibah yang akan diberikan Rp 17,9 miliar. KPK mengisyaratkan masih akan ada tersangka lainnya.

Dari pihak Kemenpora ada tiga orang jadi tersangka, yaitu Deputi IV Kemenpora Mulyana, Pejabat Pembuat Komitmen Kemenpora Adhi Purnomo, dan staf Kemenpora Eko Triyanto yang diduga berperan sebagai penerima suap.

Sedangkan dari KONI adalah Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umum Johnny E. Awuy. Mereka diduga berperan sebagai pemberi suap.

“Setelah melakukan 1×24 jam dilanjutkan gelar perkara, disimpulkan ada tindak dugaan pidana korupsi menerima hadiah atau janji terkait penyaluran bantuan dari pemerintah melalui Kemenpora kepada KONI Tahun Anggaran 2018 dan gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya,” ujar Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (19/12/2018) malam.

KPK menduga para tersangka itu sudah sedari awal berkongkalikong terkait dana hibah yang dialokasikan sebesar Rp 17,9 miliar. Dari alokasi itu, KPK menyebut ada uang komitmen dari para tersangka dari KONI ke para tersangka dari Kemenpora sebesar Rp 19,13 persen atau senilai Rp 3,4 miliar.

Adapun barang bukti yang berhasil diperoleh penyidik KPK berupa uang tunai Rp318 juta, buku tabungan berisi Rp100 juta atas nama Johnny E. Awuy, uang tunai dalam bungkusan plastik sebesar Rp7 miliar, dan satu unit mobil Chevrolet Captiva milik Eko Triyanto.

KPK menyebut ‘dkk’ (dan kawan-kawan) pada tersangka Adhi dan Eko. KPK belum memberi keterangan jelas apa maksudnya, tetapi kemungkinan ada peran orang lain yang diduga turut terlibat dan akan dijadikan tersangka.

OTT terhadap pejabat Kemenpora dan KONI merupakan OTT ke-29 yang dilakukan KPK di tahun ini. KPK mengisyaratkan akan ada pejabat lain yang akan ditetapkan sebagai tersangka.

Sejauh ini, KPK sudah memeriksa 12 orang, termasuk 5 tersangka tadi. Pemeriksaan dijalani setelah penyidik menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta pada Selasa, 18 Desember 2018.

KPK menyesalkan kenapa KONI dan Kemenpora, yang sedianya meningkatkan prestasi atlet nasional, justru memanfaatkan kewenangan untuk hal tak benar. 

“Para pejabat yang memiliki peran strategis untuk melakukan pembinaan dan peningkatan prestasi para atlet demi mewujudkan prestasi olahraga nasional justru memanfaatkan kewenangannya untuk mengambil keuntungan dari dana operasional KONI,” ujar Saut.

Dia mengatakan praktik korupsi yang berhasil diungkap itu menunjukkan pengawasan di Kemenpora masih sangat lemah. 

Menpora diminta serius melakukan pembenahan dan pengawasan yang lebih ketat terhadap proses penyaluran dana hibah. Selain aspek pengawasan, KPK meminta agar aspek akuntabilitas penggunaan dana hibah diperhatikan. KPK khawatir dana hibah justru menjadi lahan korupsi. (jar)

News Feed