oleh

Mahfud MD Sebut di Zaman Gus Dur Pemerintah Bersih dari Korupsi

-Jabodetabek-694 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud Md menyebut di zaman KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjabat sebagai Presiden RI ke-4, pemerintahan bersih dari korupsi.

“Zaman Gus Dur ada nggak menteri yang korupsi. Enggak ada,” kata Mahfud, di acara haul ke-9 Gus Dur, di Jalan Warung Sila, Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (22/12/2018) dinihari.

Saat Gus Dur memerintah, kata Mahfud, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, lembaga negara dan kementerian semua bebas dari korupsi. Selama Gus Dur menjadi presiden, hanya ada kasus Bulog, tapi itu bukan pemerintahan, melainkan pihak swasta.

Menurut Mahfud, salah satu penyebab pemerintahan Gus Dur bersih dari praktek korupsi adalah kyai humoris itu tidak segan memecat orang-orang yang terindikasi korupsi. Bahkan banyak yang kasusnya belum ditelusuri dengan benar sudah lebih dulu dipecat.

“Kadangkala belum diteliti betul, dipecat duluan. Begitu kerasnya Gus Dur pada korupsi,” kata Mahfud.

Sikap tegas tersebut, menurut Mahfud, muncul dari prinsip Gus Dur yang selalu mengutamakan kepentingan manusia di atas politik. Tidak seperti sekarang yang menurutnya malah mengorbankan manusia untuk kepentingan politik dengan berbagai tipu daya hoax.

“Ajaran penting Gus Dur bahwa politik itu harus diletakkan dalam kerangka kepentingan manusia yaitu manusia Indonesia. Oleh sebab itu tidak boleh manusia dikorbankan, untuk kepentingan poltik dengan berbagai tipu daya berita-berita hoax, perpecahan dan sebagainya,” katanya.

Sementara itu di acara yang sama, putri pertama Gus Dur, Alissa Wahid, mengajak masyarakat untuk meneladani sikap Gus Dur yang lebih mementingkan urusan kemanusiaan di atas kepentingan politik.

“Momen ini untuk mengkaji teladan perjalanan kehidupan beliau. Kami ambil dari kata beliau, yakni ‘yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan’,” kata Alissa.

Alissa menjelaskan kalimat ‘yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan’ itu juga dijadikan tema haul ke-9 Gus Dur karena sangat relevan dengan kondisi Indonesia saat ini. (zal)

Baca juga: http://radarpagi.com/2018/12/20/jangan-salah-sebutan-habib-bukan-berarti-keturunan-nabi/

News Feed