oleh

Pemkab Intan Jaya Papua Gelar KKR dan Perayaan Natal Gabungan

 

Intan Jaya, Radar Pagi – Pemerintah Kabupaten Intan Jaya, Papua, menggelar Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) dan Perayaan Natal Gabungan Pemerintah Daerah, TNI, Polri dan Masyarakat Tahun 2018.

Acara KKR dan Perayaan Natal bertema ‘Yesus Kristus Hikmat Bagi Kita’ itu digelar Sabtu (22/12/2018) di Lapangan Yokatapa Kota Sugapa, dipimpin oleh Pastor Jhon Bunay, PR.

Sementara Sub Tema acara adalah ‘Dengan Kelahiran Yesus Kristus, Membawa Hikmat untuk Mendamaikan dan Memulihkan Hubungan Persaudaraan yang Harmonis Antara Sesama Kita’.

Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni, SS, M.Si berbaju merah) bersama unsur TNI/Polri, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Acara dimulai dengan pembukaan dan laporan ketua panitia Apolos Iba. Vokal Grup Orang Muda Katholik (OMK) kemudian meramaikan acara ini.

Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni, SS, M.Si dalam sambutannya menjelaskan perihal ketidakhadiran tim nomor urut 2 dalam perayaan natal bersama, Bupati menjelaskan bahwa setelah kesepakatan perdamaian ditandatangani di Polda Papua dengan disaksikan gubernur Papua dan Pangdam Cendrawasih, ada 12 poin kesepakatan perdamaian.

“Di antara 12 poin itu, cuma 1 yang belum dilaksanakan. Yang 1 itulah yang dipertanyakan oleh tim nomor urut 2, maka hari ini kita rencana berdamai dan berjabat tangan tapi tertunda. Mereka menunggu pelantikan pejabat,” kata Bupati. 

Bupati menjelaskan, proses pelantikan memang memerlukan waktu, sebab ada aturan ASN lelang jabatan, tapi prosesnya sudah berjalan

Sebelumnya, Bupati Natalis Tabuni memang pernah berjanji akan merangkul semua lawan politiknya dengan mengajak mereka untuk duduk bersama dalam pemerintahan.

Untuk tim nomor urut 3 sudah ke Kota Sugapa dan ‘cuci darah’ secara adat. “Tadi malam (Jumat 21 Desember) sudah selesai,” katanya.

Menurut Bupati, mulai 2019, semua SKPD dan perangkat daerah sudah harus beraktivitas kembali di Intan Jaya. Rehab perkantoran juga sudah dilakukan, termasuk barang-barang yang dijarah dan perumahan yang terbakar, pada tahun ini telah dibangun kembali. Kantor Bupati juga hampir selesai pembangunannya dan sebentar lagi siap diresmikan,” katanya.

Bupati menjelaskan, agenda 2019 mendatang adalah seluruh pemerintahan, keuangan dan lainnya dimulai setelah penetapan DPA/pagu anggaran akhir Januari. “Perlu saya sampaikan tidak ada non job di Intan Jaya, rolling jabatan itu biasa, tapi non job itu luar biasa dan tidak akan terjadi di tahun 2019,” katanya.

Khotbah Pastur Jhon Bunay, PR

Bupati pun terlihat mencucurkan air mata ketika meminta maaf kepada masyarakat atas kerusuhan pilkada yang telah menelan korban dan menyusahkan masyarakat selama hampir 2 tahun.

“Karena kejadian ini (rusuh pilkada) semua layanan pemerintahan macet, semua lumpuh. Karena itu, kami dua (bupati dan wakil bupati) dari hati yang paling dalam di hari natal ini meminta maaf. Biarlah yang baik dan suci itu milik Tuhan, dan dosa-dosa milik kita, dan semoga Tuhan mengampuni kita, terutama mengampuni kami sebagai penyebab peperangan,” kata Bupati dengan suara terbata-bata.

Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menutup lembaran kelabu selama 2 tahun kemarin dan membuka lembaran baru. Dia mengajak seluruh masyarakat untuk bergandengan tangan di tahun 2019 mendatang.

“Kemarin terjadi peperangan bukan karena pencurian dan pemerkosaan, dan bukan karena rebutan tanah dan uang rupiah, tapi karena rebutan jabatan. Itulah yang terjadi. Oleh karena itu, baik tim nomor urut 1, 2, 3 dan 4, akan dibagi rata (jabatannya), tidak ada lagi yang non job,” katanya.

Selanjutnya Bupati mengingatkan bila ada tim yang merasa di-nonjob-kan untuk segera melaporkan hal tersebut kepada dirinya.

“Akhir kata kami sampaikan kepada seluruh masyarakat, kami mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Marilah kita bergandeng tangan menuju masa depan Intan Jaya yang maju dan jauh lebih baik. Terima kasih kepada TNI dan Polri, SKPD-SKPD dan seluruh masyarakat yang telah berperan aktif. Saya dan keluarga mengucapkan selamat natal dan tahun baru,” katanya.

KKR dan Perayaan Natal kemudian diakhiri dengan ibadah. Doa syafaat dan persembahan dipimpin oleh Pastor Yustinus Rahangiar, PR, dan Pastor Yance Yogi, PR. (Om Yan)

News Feed