oleh

Serda Jhoni Diduga Mabuk Saat Tembak Letkol Dono

-Hukum-96 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Serda Jhoni Risdianto, anggota Satuan Polisi Militer Angkatan Udara (Sat POM AU) yang diduga menembak mati Letnan Kolonel (Letkol) Cpm Dono Kuspriyanto (56), ditenggarai dalam pengaruh alkohol saat melakukan aksinya.

“Kemungkinan seperti yang dikatakan Kabid Humas dan Kapendam tadi yang bersangkutan berada di dalam pengaruh alkohol atau minuman keras,” kata Kasubdispenum AU Letkol Sus M Yuris dalam konferensi pers di Kodam Jaya, Jakarta Timur, Rabu (26/12/2018).

Dia mengatakan terduga pelaku penembakan memang memiliki izin memegang senjata. Surat izin penggunaan senjata juga masih berlaku hingga November 2019.

Yuris mengatakan antara Letkol CPM Dono Kusprianto dan Serda Jhoni Risdianto tidak saling mengenal. Hal ini diketahui usai penyidik TNI memeriksa telepon seluler dan tidak menemukan adanya hubungan keduanya sebelum peristiwa penembakan itu. 

“Tidak ada satupun percakapan atau pesan yang berhubungan dengan korban dan pelaku. Jadi dapat kami simpulkan mereka tidak saling kenal,” ucap Yuris.

Dia menyatakan tindakan Jhoni merupakan kriminal murni. “Ini murni tindakan kriminal, bukti dan saksi setelah olah TKP tidak ada satupun yang mengindikasikan ini adalah kejadian yang direncanakan. Mohon tidak ada asumsi yang menyangkut pautkan dengan hal lainnya,” jelas Yuris. 

Yuris mengatakan Jhoni akan diproses dengan KUHP Militer dan akan diadili melalui peradilan militer. Selain telah melanggar Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan sengaja yang terancam hukuman penjara 15 tahun, Jhoni juga dapat dipecat sebagai anggota TNI. 

Sebelumnya, dalam konperensi pers terungkap, sebelum penembakan, mobil korban dan motor Yamaha NMax bernopol B 4619 TSA milik terduga pelaku sempat saling menyerempet di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, pada Selasa (25/12/2018) sekitar pukul 23.30 WIB.

“Korban mengendarai kendaraan dinas. Korban mengendarai sendiri, pakai pakaian preman. Terjadi serempetan yang dikendarai korban dan terduga,” kata Kapendam Jaya Kolonel Kristomei Sianturi.

Setelah terjadi senggolan itu, Letkol Dono yang mengendarai mobil, tidak langsung berhenti. Serda Jhoni yang emosi langsung memarkirkan kendaraan dan menembak mobil tersebut.

“(Terduga pelaku) Lalu melepaskan kendaraan 2 kali di depan (mobil). Karena masih melaju, terduga pelaku menembak lagi 2 di belakang (mobil),” ujar Kristomei.

Menurut keterangan saksi, memang terdengar 4 kali letusan senjata dalam kejadian itu.  

Dari 4 kali tembakan yang dilepaskan, 2 di antaranya bersarang di tubuh korban. Korban tewas karena dua luka tembak yang mengenai pelipis dan punggung yang menembus ke perut.

Letkol Dono sendiri tewas di dalam mobil sesaat setelah penembakan. Jenazahnya dibawa ke RS Polri Kramat Jati dan telah dimakamkan di pemakaman Taman Makam Pahlawan (TMP) Dreded, Bogor, Jawa Barat. Rabu (26/12/2018) siang tadi.

Sementara Serda Jhoni Risdianto yang langsung kabur naik ojek meninggalkan motor miliknya sendiri, sudah ditangkap di kawasan Pasar Jengki, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur. Dan sedang diperiksa POM TNI. (zal)  

 

News Feed