oleh

Jawa Timur Alami 633 Gempa Bumi Sepanjang 2018

-Jawa-452 views

 

Malang, Radar Pagi – Provinsi Jawa Timur ternyata rawan bencana gempa bumi. Stasiun Geofisika Karangkates, Kabupaten Malang mencatat terjadi 633 gempa bumi sepanjang 2018 di provinsi tersebut, meningkat dibanding tahun 2017 sebanyak 557 gempa bumi.

“Goncangan gempa bumi yang terekam peralatan Seismograp di Stasiun Geofisika Karangkates sebanyak 633 kali sepanjang 2018. Sementara gempa bumi yang terdampak langsung oleh masyarakat Jawa Timur sebanyak 13 kali di Jawa Timur,” ujar Kepala Stasiun Geofisika BMKG Karangkates Malang, Musripan, dalam rilisnya, Rabu (2/1/2019).

Musripan menjelaskan, pada Januari 2018 terjadi 23 kali gempa di Jawa Timur, Februari 43 kali, Maret 20 kali, April 51 kali, Mei 56 kali, Juni 48 kali, Juli 110 kali, Agustus 40 kali, September 33 kali, Oktober 70 kali, November 60 kali, dan Desember 79 kali. Dan gempa terbanyak terjadi pada bulan Juli yakni 110 kali.

Namun dari ratusan gempa itu, memang tidak semuanya dirasakan oleh masyarakat. Sedikitnya hanya 13 kali gempa yang dapat dirasakan getarannya.

“Sedikitnya 13 kali gempa bumi yang dirasakan oleh masyarakat. Gempa terbesar di Jawa Timur adalah gempa di timur laut di Situbondo sebesar 6.3 SR,” ujar Musripan.

Dampak akibat gempa bumi yang paling parah adalah gempa bumi tanggal 11 Oktober 2018, lokasi di laut pada jarak 55 km arah timur laut Kota Situbondo, dengan kekuatan 6.3 M. Intensitas gempa dirasakan III-IV MMI di Denpasar, III MMI di Karangkates, III MMI di Gianyar, III MMI di Lombok Barat, III MMI di Mataram, III MMI di Pandaan. Korban meninggal 3 orang warga Desa Prmabanan, Kec. Gayam Sumenep, beberapa rumah rusak berat di Sumenep dan Jember.

“Masyarakat yang sedang berlibur di pantai dan yang tinggal di pantai, diimbau harus selalu waspada dan harus bisa evakuasi mandiri serta tidak panik bilamana terjadi gempa kuat atau berkekuatan lebih dari 7 meter, dan segera mininggalkan pantai ke tempat yang lebih aman atau tempat yang lebih tinggi, dikawatirkan akan terjadi tsunami,” ujar Musripan.

Kemudian masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah percaya dengan adanya informasi atau isu gempa yang mengatakan akan terjadi gempa bumi di berbagai daerah di Jawa Timur. (rilis)

News Feed