oleh

Oknum PNS RSDP Serang Ditetapkan Sebagai Tersangka Pungli Jenazah Korban Tsunami

-Jawa-58 views

 

Serang, Radar Pagi – Satu Pegawai Negeri Sipil (PNS) di RSUD Dradjat Prawiranegara (RSDP) Serang, Banten ditetapkan sebagai tersangka pungutan liar (pungli) jenazah korban tsunami. Salah satu keluarga yang kena pungli adalah keluarga Aa Jimmy yang ‘digetok’ Rp 14,5 juta hanya untuk mengambil jenazah almarhum.

Polisi menggunakan bukti kuitansi pengambilan jenazah yang menggunakan stempel resmi rumah sakit di bawah unit forensik. Selain PNS berinisial F, polisi juga menetapkan 2 orang lainnya yaitu I dan B dari sebuah perusahaan swasta.

Turut ditetapkannya pihak swasta dalam kasus pungli ini dikarenakan RSDP Serang bekerjasama dengan swasta dalam hal pemulasaran jenazah, formalin dan ambulans.

Direktur RSDP Serang Sri Nurhayani yang semula gigih membantah ada pungli di rumah sakitnya akhirnya mengakui ada pegawainya melakukan pungli. Dia merasa kecolongan dan kecewa dengan tingkah laku oknum pegawai tersebut.

“Kami amat sangat menyayangkan dan kami sendiri dari jajaran RSDP tentunya sangat terpikul dengan kejadian ini dan sedih dan sangat hancur buat kami,” ujar Sri Nurhayani di Mapolda Banten, kemarin.

Dia mengakui sebetulnya korban tsunami digratiskan karena status kejadian luar biasa, baik dari pemulasaraan, pengantaran jenazah sampai ke pemberian formalin.

Katanya, pungli dilakukan saat RSDP penuh dengan pasien tsunami yang datang dari Serang dan Pandeglang.
“Intinya kami sangat menyesalkan dan sangat mengutuk peristiwa ini,” paparnya.

Pungli jenazah di RSDP Serang tidak bisa dianggap main-main. Bukan mustahil tersangka dalam kasus ini akan bertambah karena tidak mungkin dilakukan oleh seorang PNS tanpa berkoordinasi dengan PNS lainnya di rumah sakit itu.

Tsunami Selat Sunda menewaskan 426 jiwa. Jika setiap jenazah dipalak sekian juta dan dikalikan 426, maka terbayang berapa banyak nilai yang bisa diraup oknum-oknum PNS tadi. (zal)

News Feed