oleh

Keterlaluan! PNS Ini Palak Dana Bantuan Rehabilitasi Masjid Terdampak Gempa Lombok

-Nasional-840 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Seorang staf Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kementerian Agama Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, berinisial BA diringkus Satreskrim Polres Mataram. BA diduga memalak dana bantuan untuk rehabilitasi masjid terdampak gempa yang bersumber dari APBN. Ancamannya maksimal penjara seumur hidup.

“Apabila terbukti, pelaku bisa dijerat dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau penjara paling singkat 4-20 tahun dan denda Rp 200 jt – Rp 1 miliar,” ujar Kasatreskrim Polres Mataram, AKP Joko Tamtomo, Selasa (15/1/2019)

Joko menjelaskan pasca gempa bumi yang terjadi pada 5 Agustus 2018 silam mengakibatkan bangunan masjid di NTB mengalami kerusakan berbeda, yakni kategori rusak berat, sedang dan ringan.

Atas kondisi kerusakan itu, kata Joko, Kementerian Agama RI memberikan bantuan dana rehab kepada masjid yang terdampak. Pemberian bantuan dana itu berdasarkan usulan dari Kemenag Kanwil NTB.

Ada sekitar 2.000 proposal permohonan bantuan dana rehab masjid yang sudah masuk ke Kemenag pusat sejak diajukan pada tahun 2018 lalu.

“Setelah diverifikasi untuk tahap pertama di-acc dalam hibah itu 6 miliar dari Kementerian Agama. Dana 6 miliar itu untuk 58 masjid se-NTB,” kata Joko.

Namun dana yang dibagikan kepada puluhan masjid itu rupanya hendak ‘dijarah’ oleh BA. Sejauh ini, BA yang bertugas di KUA Gunungsari diduga telah memalak dana dari 4 masjid di Kabupaten Lombok Barat.

“Yang sudah kita amankan ini sebenarnya dia sudah ambil dari 4 masjid di wilayah Gunungsari. Setiap masjid yang diberikan dana bantuan itu diminta 20 persen,” katanya.

Sementara Kapolres Mataram, Nusa Tenggara Barat, AKBP Saiful Alam mengungkapkan kasus ini terungkap berkat dari laporan masyarakat.

“Karena ada laporan proses pencairan dana yang lamban, kita langsung pantau lapangan dan berhasil melakukan OTT terhadap tersangka pada Senin 14 Januari,” kata Saiful.

Dari tangan BA, polisi menyita uang Rp 10 juta yang diterima BA dari pengurus Masjid Baiturrahman, wilayah Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat.

Uang tersebut disimpan dua amplop yang di dalamnya berisi uang tunai masing masing bertulisan Rp 5 juta dan dibubuhi stempel pengurus Masjid Limbungan Selatan. (jar)

 

 

News Feed