oleh

Pencipta “Jogja Istimewa” Tidak Terima Lagunya Dibajak Sebagai Lagu Kampanye Prabowo-Sandiaga

-Nasional-95 views

 

Yogyakarta, Radar Pagi – Pencipta lagu “Jogja Istimewa” Marzuki Mohammad alias Kill the DJ melaporkan pemilik akun twitter dan instagram @cakkhum ke Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dia tidak terima lagu karyanya dibajak dan diubah sebagai lagu kampanye pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno

Kill the DJ datang ke Polda DIY, Selasa (15/1/2019) siang tadi didampingi kuasa hukumnya Hilareius Ngaji Merro sekitar pukul 14.15 WIB. Mereka lalu menuju ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda DIY untuk menyampaikan laporannya.

“Saya tidak terima lagu itu dipakai untuk kampanye baik pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin maupun Prabowo-Sandi,” kata Marzuki.

Menurutnya lagu “Jogja Istimewa” yang diciptakan pada 2009 itu merupakan wujud rasa cinta kepada Yogyakarta sehingga tidak bisa sembarangan digunakan untuk kepentingan politik praktis.

“Tuntutan saya sebenarnya dari kemarin ada permintaan maaf resmi, kenyataannya tidak ada dan (unggahan video) tidak dihapus sama sekali. Karena saya tahunya dari sosial media ya pengaduannya dari yang terjadi di sosial media dulu,” kata dia.

Selain melaporkan pemilik akun twitter dan instagram @cakkhum  yang mengunggah video tersebut ke media sosial, Kill the DJ juga berharap kepolisian bisa menelusuri orang yang sengaja mengubah lirik lagu “Jogja Istimewa” menjadi lagu kampanye timses pasangan Prabowo-Sandi.

Dalam video yang diunggah @CakKhum tampak ibu-ibu menyanyikan lagu ‘Jogja Istimewa’ dengan lirik yang diubah. Lirik aslinya berbunyi:

Jogja Jogja Tetap Istimewa
Istimewa Negrinya, Istimewa Orangnya
Jogja Jogja Tetap Istimewa
Jogja Istimewa untuk Indonesia

Sementara dalam video yang beredar, lriknya dirubah menjadi:

Jogja Jogja Jogja Istimewa
Prabowo Sandi Pilihan Kita
Jogja Jogja Jogja Istimewa
Adil dan Makmur Tujuan Kita

Menurut kuasa hokum Kill the DJ, Hilarius Ngaji Merro, mengatakan pemilik akun @cakkhum diadukan melakukan pelanggaran Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Undang-Undang tentang Hak Cipta. Alat bukti yang disertakan dalam pelaporan itu berupa bukti pendaftaran hak cipta dan video lagu “Jogja Istimewa” yang telah diubah liriknya. (jar)

News Feed