oleh

Tak Diberi Gaji Jadi Motif Pelaku Habisi Nyawa Pengusaha Laundry

-Hukum-507 views

Surabaya, Radar Pagi – Pelaku pembunuhan Ester Lilik Wahyuni (51) berhasil ditangkap. Pembunuhnya ternyata mantan karyawan laundry korban. Dendam menjadi alasan menghabisi nyawa korban.

“Pelaku dua orang, mantan karyawan korban,” ujar Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan kepada wartawan, beberapa saat lalu.

Kedua pelaku yang ditangkap saat akan kabur ke Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur, adalah Saiful Rizal alias Ijang (19) warga Tambak, Bawean, dan M Ari alias Mat (20) warga Pulau Gili, Bawean.

Kepada polisi, kedua pelaku mengaku membunuh Ester Lilik Wahyuni Selasa (14/1/2019) di laundry milik korban di Simpang Darmo Permai Selatan.

Dari pengakuan kedua pelaku, motif pembunuhan Ester didasari oleh dendam. Mereka baru bekerja di salah satu laundry milik Ester selama 10 hari tetapi langsung dipecat pada pada Jumat (11/1/2019) setelah dituduh mencuri HP dan dompet milik korban.

Setelah dipecat, mereka meminta uang upah mereka bekerja selama 10 hari untuk biaya pulang kampung ke Bawean. Namun tak diberi. Akhirnya karena tidak punya ongkos pulang, keduanya terpaksa masih tidur di tempat laundry milik Ester.

Pada Senin (14/1/2018), korban Ester datang ke Simpang Darmo Permai Selatan bermaksud untuk mengusir mereka. Saat itulah kedua pelaku naik pitam dan sepakat menghabisi korban.

Saifur dan Ari memukuli Ester tangan kosong. “Setelah dipukuli, korban jatuh lemas. Kemudian dicekik,” kata Rudi.

Kedua pelaku lantas membungkus tubuh Ester menggunakan tiga seprai. Seprai yang membungkus tubuh Ester lalu diikat pada bagian ujungnya seperti pocong. Mereka lalu menyembunyikan jasad mantan majikannya itu ke dalam tong plastik berwarna hijau yang biasa digunakan untuk meletakkan kain kotor yang hendak di-laundry.

Namun Rudi menegaskan bahwa Ester yang tinggal di Perumahan Royal Residence masih hidup saat dimasukkan ke dalam tong. Dia tewas bukan karena dicekik, tetapi karena kehabisan napas karena dibungkus seprai.

“Setelah itu kedua pelaku membuang tubuh korban di kawasan Romokalisari. Mayat korban dibuang  Selasa 15 Januari dini hari sekitar pukul 02.00 WIB,” jelas Rudi.

Usai membuang mayat Ester, pelaku menjarah sejumlah barang berharga milik korban di tempat kerja mereka.

“Mereka mengambil handphone, uang Rp 2,4 juta serta mobil Toyota Etios Valco bernopol L 1685 KY,” ujar Rudi.

Namun karena kedua pelaku tak bias mengemudikan mobil, mereka menyewa seseorang untuk menyetir. Namun mobil akhirnya ditinggalkan di kawasan Manukan. Tetapi kuncinya dibawa kedua pelaku dan dibuang di dalam selokan di Pelabuhan Gresik.

“Sedangkan uang Rp 2,4 juta milik korban mereka bawa. Rencananya uang itu untuk ongkos pulang ke Bawean,” tandas Rudi.

Saifur maupun Ari mengaku terpaksa menghabisi korban karena hak-hak mereka sebagai karyawan tidak diberikan.

“Upah kami selama 10 hari tidak diberikan. Bahkan uang makan selama satu minggu sebanyak Rp 50 ribu juga tidak diberikan,” kata Ari.

Sementara Saifur mengaku jika setiap harinya ia hanya mendapat jatah makan nasi dan air putih saja, tanpa lauk. “Setiap hari kami hanya mendapatkan nasi dan air putih saja. Kenapa (upah) kami tagih, karena sudah satu minggu,” ungkap Saifur.

Tawaran bekerja pada Ester juga datang dari paman Saifur yang juga karyawan Ester. Mereka juga dijanjikan mendapatkan gaji Rp 1,2 juta perbulan.

“Saya menyesal. Kalau saja saya dikasih, seratus ribu saja untuk ongkos pulang ke Gresik, saya tidak mungkin melakukan kayak gitu,” kata Saifur yang mengaku bahwa ide membunuh itu datang dari dirinya.  (dtc/jar)

News Feed