oleh

Sudah Tua dan Sakit-sakitan, Ba’asyir Diprediksi Tidak Mau Lagi Sebar Paham Teroris

-Nasional-632 views

Jakarta, Radar Pagi – Pekan depan napi terorisme Abu Bakar Ba’asyir akan dibebaskan. Banyak pihak menduga ulama keturunan Arab itu akan kembali menyebarkan paham radikalisme dan terorisme di Indonesia.

Namun Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Guntur Romli menilai hal tersebut tidak akan terjadi karena kondisi Ba’asyir yang kerap jatuh sakit.

“Pertama, ABB (Abu Bakar Ba’asyir) sudah sangat sepuh, lemah dan sakit-sakitan maka akan lebih fokus pada kesehatan dan ibadah mendekatkan diri pada Allah SWT daripada hal-hal lainnya,” ujar Guntur Romli dalam keterangan tertulisnya, beberapa saat lalu. 

Kedua, Ba’asyir telah menjalani 2/3 masa tahanan, sehingga pihak keluarga pasti akan menjaganya dan tidak mau dia menderita lagi dengan masuk penjara.

Namun, menurut Romli, bila Ba’asyir tetap menyebarkan paham terorisme, maka aparat hukum akan kembali menangkapnya.

“Apabila benar ada tanda-tanda mendukung atau masih berani terlibat terorisme, maka aparat penegak hukum dalam hal ini Densus 88 tidak ada keraguan akan menangkapnya lagi,” ujar Romli. 

Abu Bakar Ba’asyir menjalani kurungan bui di Lapas Sindur sebagai terpidana teroris dengan vonis 15 tahun penjara yang dijatuhkan pada 2011. Dalam persidangan, Ba’asyir disebut terbukti menjadi perencana dan penyandang dana pelatihan kelompok bersenjata di Pegunungan Jantho, Aceh pada 2010

Belakangan karena usia semakin uzur dan didera beragam penyakit, Jokowi mengizinkan pembebasan Ba’asyir atas faktor kemanusiaan. Selain itu Jokowi juga telah mendengarkan pertimbangan dari Kapolri hingga Yusril Ihza Mahendra. 

“Faktor kemanusiaan. Artinya, beliau sudah sepuh. Ya faktor kemanusiaan. Termasuk kondisi kesehatan,” kata Jokowi. (rian)

 

  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

News Feed