oleh

Kubu Prabowo Pertanyakan Sumber Dana Rp2 Miliar yang Dipakai Jokowi Borong Sabun Cuci Piring

-Nasional-570 views

Jakarta, Radar Pagi – Jokowi memborong 100 ribu botol sabun cuci piring senilai Rp 2 miliar saat meninjau pameran giat kewirausahaan Program Keluarga Harapan (PKH) di Gedung Serbaguna Mandala, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (19/1/2019) pekan kemarin. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga pun mempertanyakan hal tersebut.

Juru bicara Prabowo-Sandiaga sekaligus anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade, meminta Jokowi transparan soal dana yang digunakannya untuk membeli sabun cuci industri rumah tersebut.

“Tapi tentu kami ingin mengetahui pembelian ini apakah dengan anggaran Negara atau uang pribadi pak Jokowi? Krn aksi beli ini terkesan pak Jokowi lagi berkampanye di Jabar,” ujarnya lewat pesan singkat, Senin (21/1/2019).

Andre menuding Jokowi berusaha mendongkrak perolehan suaranya di Provinsi Jawa Barat dengan aksi pencitraan.

“Kita kan tahu Pak Jokowi masih kalah di Jabar. Sehingga Pak Jokowi terus melakukan pencitraan di Jabar seperti cukur rambut di bawah pohon,” kata Andre.

Sabun cuci piring bermerek ‘Sabun Cuci Padawangi’ industri rumahan yang diborong Jokowi dibuat oleh pengusaha lokal bernama Eli Liawati dari kelompok usaha PKH Padawangi, Desa Padahurip, Kecamatan Banjarwangi, Garut.

Jokowi memborong 100 ribu botol sabun cuci piring yang harga per botolnya Rp20 ribu. Namun sabun tersebut sebagian besar belum dibuat. Saat ini, Eli harus bekerja keras memproduksi ribuan botol lagi karena pesanan 100 ribu botol sabun itu harus sudah tersedia hingga akhir Februari mendatang.

“Alhamdulillah, senang banget,” kata Eli usai dagangannya diborong Jokowi.

Sementara itu, Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Arsul Sani, kepada wartawan, Senin (21/1/2019) meminta kubu Prabowo-Sandiaga tak asal melempar pertanyaan. Sebab, banyak juga hal-hal yang selama ini menjadi kontroversi yang belum terjawab oleh kubu paslon nomor 02.

“Sebelum meminta Pak Jokowi menjawab soal dana beli sabun itu, lebih baik Kubu Prabowo jawab dulu dana untuk bayar konsultan asingnya dari mana?” ujar Arsul Sani.

Dia pun meminta kubu Prabowo-Sandiaga untuk menunggu jika ingin mengetahui dari mana dana membeli sabun tersebut. Arsul menyebut dananya berasal dari TKN jika sabun cuci piring dipergunakan sebagai bagian dari kampanye. Namun jika sabun tersebut dikembalikan ke masyarakat tanpa embel-embel apapun, maka uang yang digunakan berasal dari kantong pribadi Jokowi.

“Kalau sabunnya nanti dipergunakan sebagai bagian atau bentuk APK (alat peraga kampanye) tentu dibiayai dari dana kampanye. Tapi kalau nanti produk sabun tersebut dibagikan kepada masyarakat sebagai bentuk dorongan kampanye agar masyarakat membeli produk dalam negeri, maka tentu tidak akan dibayar oleh TKN #01,” tegas Arsul. (jar)
 

News Feed