oleh

Sebelum Dibunuh, Inah Sempat Ngeseks dan Pesta Sabu dengan Pelaku

-Hukum-114 views

Palembang, Radar Pagi – Motif pembunuhan terhadap Inah Antimurti (20), janda satu anak yang mayatnya ditemukan hangus terbakar di Desa Sungai Rambutan, Ogan Ilir, Sumatera Selatan pada Minggu (20/1/2019) kemarin,  ternyata persoalan utang.

“Motif sejauh ini karena utang. Untuk itu utang apa (belum diketahui). Yang jelas korban punya utang kepada si pelaku Asri,” kata Kapolda Sumsel, Irjen Zulkarnain di kantornya, Rabu (23/1/2019).

Zulkarnain menjelaskan, korban dibunuh di kontrakan Asri (30) di Jalan Lintas Prabumulih-Indralaya, Muaraenim hari Sabtu (19/1/2019) sekitar pukul 22.00 WIB. Sebelum tewas, korban dan si pelaku Asri diketahui sempat pesta sabu dan berhubungan badan.

Setelah puas menikmati sabu dan tubuh korban, Asri kemudian mengajak pelaku lain, Abdul Malik (21), Feriyanto (25), YG (16) dan FB (16) untuk membunuh korban. Sebagai upahnya, mereka diberi sabu secara gratis. Padahal, biasanya mereka harus membayar Rp50 ribu kepada Asri bila ingin menikmati barang haram tersebut. 

Setelah membunuh korban dengan cara memukulinya pakai kayu, para pelaku memasukkan jasad korban ke dalam karung dalam kondisi telanjang bulat, dan kemudian dinaikkan ke dalam mobil pickup untuk dibuang ke tempat lain.

“Dia (korban) tidak pakai baju, saya masukkan ke karung itu sudah tidak pakai baju. Habis main dia sama Asri di kontrakan,” kata salah seorang pelaku, Abdul Malik.

Tragisnya, sebelum dibunuh, Asri mengizinkan pelaku lain untuk memperkosa korban, namun hanya Abdul Malik yang mau memperkosa korban.

Abdul Malik mengaku Asri dan Feriyanto yang membakar jasad korban.

“Itu kan nggak muat dimasukkan dalam karung, jadi kami ikat. Kalau yang bakar itu Asri sendiri sama si Fery, saya nggak ikut,” kata Malik.

Saat berita ini diturunkan, polisi telah menangkap empat pelaku yang membantu Asri membunuh korban, namun Asri sebagai dalang peristiwa keji ini justru lolos dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). (zal)

 

 

News Feed