oleh

Tabloid Indonesia Barokah Menyerbu Masjid, Hoaker Meradang?

-Utama-844 views

Jakarta, Radar Pagi – Tabloid ‘Indonesia Barokah’ tersebar di sejumlah masjid di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dan sebagian wilayah Jawa Barat seperti di Kabupaten Ciamis. Isinya menyudutkan pasangan nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga. Namun Bawaslu menilai tidak ada pelanggaran terkait konten tabloid tersebut.   

Bawaslu menilai isi pemberitaan dalam ‘Indonesia Barokah’ memang cenderung menyudutkan Prabowo-Sandiaga, tetapi tidak mengandung unsur ujaran kebencian, melainkan hanya memuat rangkuman informasi dari banyak media massa. Apa yang ditulis di dalamnya pun bukan hoax.

“Saat ini juga sudah ditangani terkait dengan penanganan UU Pers. Dengan Dewan Pers itu, (Bawaslu) Provinsi kan juga sudah mengeluarkan statement soal itu. Artinya bisa ke pelanggaran pidana umum, atau pelanggaran UU Pers,” ujar Komisioner Bawaslu Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Sugie Rusyono kepada wartawan, Rabu (23/1/19).

“Kami berkesimpulan, kontennya memang tidak ada unsur kampanye. Di situ tidak ada penyampaian visi-misi, tidak ada ajakan, tidak ada terkait dengan ujaran kebencian. Dan berita-beritanya itu kan kalau kita baca, itu mem-framing saja kepada pembaca begitu. Kalau melihat kontennya memang ya ada ke arah penggiringan opini,” tambahnya.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pun dibuat meradang atas peredaran tabloid tersebut. Apalagi tabloid dikirim langsung ke masjid-masjid melalui pos, namun identitas si pengirim tidak dilampirkan.

Sejauh ini telah terlacak 240 masjid di 12 kecamatan di Blora menerima kiriman tabloid politik tersebut. Setiap masjid menerima masing-masing satu amplop yang berisikan 3 eksemplar tabloid. Di amplop itu sudah tertera nama-nama masjid yang dituju termasuk alamatnya., serta nama pengurus takmir masjid yang disasar untuk menjadi penerima tabloid. 

Bawaslu mengakui kesulitan untuk melacak siapa pengirimnya. Sebab, pengirim tidak mencantumkan nama jelas ataupun alamat pastinya. Hanya menggunakan kode yang disediakan oleh pihak kantor pos.

“Pengirimnya tidak terlacak, karena kan dengan kode portofolio,” kata Sugie.

Juru bicara BPD Jateng, Sriyanto Saputro mengatakan Bawaslu Blora seharusnya berkoordinasi dengan tingkat Jawa Tengah atau pusat jika tidak paham. Penanganan seharusnya menggandeng dewan pers karena menyangkut media.

“Kami sangat menyayangkan, apakah Bawaslu termasuk lembaga, harusnya koordinasi dengan tingkat nasional di dewan pers. Kalau di Blora ndak mudeng, kan bisa minta bantuan ke Jawa Tengah atau pusat,” kata Sriyanto kepada wartawan, Rabu (23/1/2019).

Sriyanto menegaskan tabloid tersebut jelas provokatif. Ia pun mempertanyakan apakah sikap Bawaslu Blora akan seruoa jika isi tabloid justru sebaliknya.

“Misal ada tabloid memuji alumni 212 kemudian kontra informasi yang ditulis seperti itu (di Indonesia Barokah), apakah sikap Bawaslu Blora akan seperti itu? Itu keputusan terburu-buru,” ujarnya.

Ia meminta anggota Bawaslu Blora mendalami undang-undang pers agar tidak salah ambil langkah menangani hal serupa. Menurut Sriyanto dari artikel yang dimuat di tabloid itu sudah tergolong provokatif.

Bila kubu Prabowo-Sandiaga geram, sikap sebaliknya diperlihatkan kubu Jokowi-Ma’ruf. Mereka malah menyindir kubu tetangga yang dibuat panik dengan kehadiran tabloid tersebut.

“Jika Bawaslu menyatakan tidak ada pelanggaran, kenapa harus ada keresahan?” ungkap juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN)  Jokowi-Ma’ruf, Irma Suryani Chaniago, kepada wartawan, Rabu (23/1/2019).

Irma pun bingung mengapa kubu pasangan nomor urut 02 itu merasa terganggu, padahal isi berita ‘Indonesia Barokah’ merupakan fakta.

“Resah karena banyak fakta yang mengklarifikasi berita hoax selama ini mungkin? Jadi para ‘hoaker’ merasa terganggu,” tutur politikus NasDem itu. (jar)

 

News Feed