oleh

Tabloid Indonesia Barokah Serbu Jawa Timur, TKN: Jangan Dilarang!

-Utama-61 views

Mojokerto, Radar Pagi – Tabloid Indonesia Barokah mulai tersebar di Provinsi Jawa Timur. Adalah Kota Mojokerto dan Kabupaten Madiun yang menjadi sasaran pertama penyebaran tabloid yang isinya menohok pasangan Prabowo-Sandiaga ini.

Sedikitnya diketahui sudah 9 pesantren dikirimi tabloid setebal 16 halaman edisi I Desember 2018 yang mengangkat berita utama bertajuk “Reuni 212: Kepentingan Umat atau Kepentingan Politik” itu.  Salah satunya dikirim ke PP Nurul Huda, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

Tabloid tersebut diterima pengasuh pada Senin (21/1) siang. Kiriman berupa surat dalam amplop cokelat yang dikirim menggunakan jasa Pos Indonesia.

“Saat tiba masih dalam amplop, setelah kami buka ternyata isinya Tabloid Indonesia Barokah,” kata pengurus PP Nurul Huda, Saifulloh, kepada wartawan, Jumat (25/1/2019).

Selain ke PP Nurul Huda, tabloid juga dikirim ke PP Miftahul Hikmah, PP Sabilul Muttaqin, PP Al Azhar, PP Al Khodijah, PP Al Hasyimiyyah, PP As Sholihiyyah, PP Mamba’ul Qur’an, dan PP Tarbiatul Aulad.

Ketua Bawaslu Kota Mojokerto Ulil Absor mengakui isi tabloid ini menyudutkan salah satu capres-cawapres peserta Pilpres 2019. “Isinya ada indikasi merugikan salah satu paslon capres dan cawapres 2019. Harapan kami masyarakat mempercayakan penanganannya ke Bawaslu,” katanya.

Sementara di Kabupaten Madiun, sejumlah masjid juga mendapatkan kiriman Tabloid Indonesia Barokah. 

“Di masjid ini dikirim pada Selasa siang kemarin. Yang antar pegawai kiriman paket. Tapi baru saya buka Kamis sore kemarin,” terang Pimpinan Ponpes Angkring Langgar Candi Islam Nusantara Kelurahan Nglames, Madiun Kyai Muhammad Said di kediamannya Jumat (25/1/2019).

Tabloid Indonesia Barokah yang dikirim ke ponpesnya, kata Said, berjumlah tiga buah dan terbungkus rapi. Namun lanjut Said saat ini tabloid kiriman itu sudah dibawa oleh polisi.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Madiun, Nur Anwar membenarkan beredarnya tabloid Indonesia Barokah di masjid-masjid di Kabupaten Madiun. Menurutnya ada empat Bawaslu Kecamatan yang telah melapor.

“Iya betul, sudah saya instruksikan ke panwascam dan PPD/K untuk menginventerisir jumlah dan alamat tujuan pengiriman. Memang sudah memberikan informasi ke saya panwasnya,” terang Nur Anwar.

Dikatakan Anwar, empat Bawaslu Kecamatan yang menemukan tabloid barokah itu yakni Kecamatan Madiun, Pilangkenceng, Wonoasri, dan Mejayan. Sebagian besar kiriman tabloid itu adalah masjid di kampung-kampung.

“Kami saat ini hanya sebatas menginventarisir dan mengamankan di kantor Panwascam jika ada penerima kiriman tidak mau menerima dan menyerahkan ke panwascam. Karena belum ada arahan atau instruksi resmi dari bawaslu RI ataupun Jatim untuk menyikapi hal tersebut,” pungkasnya.

Di tempat lain, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin meminta penyebaran tabloid itu untuk tidak dilarang, sebab tidak mengandung unsur kampanye sesuai penilaian Bawaslu.

“Jika tabloid ‘Indonesia Barokah’ ini tidak mengandung unsur kampanye, seharusnya jangan dilarang untuk disebarkan di masjid dan tempat-tempat umum,” ujar juru bicara TKN Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily, kepada wartawan, Jumat (25/1/2019).

Malah menurut Ace, isi tabloid itu positif. Dia merasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan mengenai tabloid tersebut.

“Justru itu ajakan positif agar masyarakat jangan terpengaruh hoax, fitnah, dan berita yang memecah belah karena adanya politisasi SARA,” ujarnya.

“Biarkan saja itu menjadi bagian dari edukasi politik agar masyarakat jangan dibohongi dengan hoax, fitnah, dan kebencian,” imbuh Ace.

Sebelumnya, juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN)  Jokowi-Ma’ruf, Irma Suryani Chaniago, kepada wartawan, Rabu (23/1/2019), mengatakan  “Jika Bawaslu menyatakan tidak ada pelanggaran, kenapa harus ada keresahan?”

Irma pun bingung mengapa kubu pasangan nomor urut 02 itu merasa terganggu, padahal isi berita ‘Indonesia Barokah’ merupakan fakta.

“Resah karena banyak fakta yang mengklarifikasi berita hoax selama ini mungkin? Jadi para ‘hoaker’ merasa terganggu,” tuturnya.

Tunggu Rekomendasi Dewan Pers

Polri menunggu rekomendasi Dewan Pers untuk menangani penyebaran tabloid ‘Indonesia Barokah’. Polri menyebut penanganan tabloid itu masih berada di ranah Dewan Pers.

“Ini bukan ranah kepolisian. Kita belum bisa melakukan upaya penegakan hukum sesuai dengan Undang-Undang Pers, ini ranahnya Dewan Pers, kalau rekomendasi dari Dewan Pers ke kami jelas, kita mainkan,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (25/1/2019).

Dedi mengatakan konten dan manajemen tabloid ‘Indonesia Barokah’ masih dikaji Dewan Pers. Setelah melakukan penilaian atau assessment, Dewan Pers akan memberikan rekomendasi ada-tidaknya unsur pidana dalam penyebaran tabloid tersebut.

“Kalau masuk tindak pidana pemilu, Bawaslu yang akan menyelesaikan. Kalau tidak, ya polisi yang akan menyidik, seperti kasus Obor Rakyat, yang pernah disidik oleh kepolisian, rekomendasi dari Bawaslu,” ujarnya. (dtc/jar)

News Feed