oleh

Mulai Imam Masjid Hingga Menag, Said Aqil: Kalau Dipegang Selain NU Salah Semua

-Utama-557 views

Jakarta, Radar Pagi – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj meminta kader-kader NU untuk berperan di segala sektor, mulai peran agama, peran akhlak, peran kesejahteraan hingga peran politik, termasuk di Pilpres 2019.

“Peran apa? Peran syuhudan diniyan, peran agama. Harus kita pegang. Imam masjid, khatib-khatib, KUA-KUA, menteri agama harus dari NU, kalau dipegang selain NU salah semua,” ujar Said Aqil dalam acara Harlah ke-73 Muslimat NU di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (27/1/2019).

Kader NU, kata Said, memang telah berperan banyak di tengah masyarakat. Namun ada satu peran yang belum dilakukan, yakni syuhudan syiayah atau peran politik.

“Maka tahun 2019 harus menang. Supaya NU berperan syuhudan syiayah,” katanya.

Said Aqil sebelumnya pernah mengatakan, meski bukan parpol, warga NU terpanggil untuk memenangkan tokohnya di Pilpres 2019.  Seperti diketahui, cawapres Ma’ruf Amin merupakan ulama NU dan mantan Rais Aam.  

Dia juga menyebut Ketum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa sebagai calon Presiden RI tahun 2024-2034.

“Ketum Muslimat NU Gubernur Jatim, capres RI 2024-2034, Ibu Hj Khofifah Indar Parawansa,” ujar Said Aqil. 

Mendengar pernyataan Said Aqil, Khofifah menanggapinya dengan senyuman.

Said juga menyatakan menyatakan dirinya tidak akan mencalonkan diri kembali menjadi  Ketum PBNU untuk periode selanjutnya. Dia mempersilakan kader terbaik NU lainnya untuk menggantikan posisinya.

“Mungkin ini terakhir saya berdiri di sini,” kata Said Aqil. 

“Siapkan calon yang lain untuk mencalonkan ketua umum, monggo di 2020, tapi saya tetap aktif di NU, jangan khawatir,” sambungnya.

Dia pun mengimbau kepada seluruh kader NU agar terus menjaga NKRI dan Pancasila. Dia juga menjelaskan soal Islam Nusantara yang dia gaungkan.

“Mari kita jaga NKRI dan Pancasila sebagai budaya, karakter akhlakul karimah. Inilah Islam Nusantara, Islam yang santun, ramah, menghormati budaya, berkarakter, berintegritas. Islam Nusantara itu bukan aliran, tapi tipologi dari masyarakat Islam di nusantara,” katanya.

Harlah ke-73 Muslimat NU ini dihadiri Presiden Jokowi dan isterinya, Iriana. Selain itu juga hadir sejumlah pejabat seperti Menko Polhukam Wiranto, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, serta Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. (jar)

News Feed