oleh

Ulama Kecewa PBB Dukung Jokowi

-Politik-71 views

Jakarta, Radar Pagi – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga menyebut ulama kecewa terhadap sikap dukungan Partai Bulan Bintang (PBB) terhadap Jokowi-Ma’ruf Amin. Buntutnya, Habib Rizieq Syihab mengeluarkan maklumat agar para aktivis FPI yang tergabung di PBB, baik sebagai kader maupun caleg untuk mundur dari partai besutan Yusril Ihza Mahendra itu. Rizieq meminta dukungan dialihkan kepada pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Umat Islam dan ulama kecewa sikap PBB yang mendukung Jokowi-Ma’ruf. Imam Besar umat Islam Habib Rizieq menyampaikan caleg-caleg PBB mengundurkan diri, ya sepenuhnya kami serahkan keputusan itu kepada internal caleg PBB,” ujar juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade kepada wartawan, Senin (28/1/2019) malam.

Menurut Andre, PBB merupakan salah satu peserta aksi 212 yang seharusnya mengikuti hasil Ijtima Ulama. “Kita tahu PBB adalah partai Islam yang notabane pendukung umat Islam menjadi peserta 212 dan mengikuti ijtima ulama. Jadi kami optimis pendukung PBB akan memilih Prabowo-Sandi,” ujar Andre.

Andre menyebut selama ini sebenarnya sudah ada caleg PBB di wilayah Sumatera Barat yang mendukung Prabowo-Sandi. Bahkan beberapa baliho caleg PBB memasang foto Prabowo-Sandi.

“Mereka mau mengundurkan atau tidak. yang penting mereka kampanye Pak Prabowo-Sandi. Mungkin ada yang mengikuti imbauan Habib Rizieq mundur dan ada yang tidak mundur, tetapi tetap kampanye Prabowo-Sandi,” katanya.

Andre juga mempersoalkan kepala daerah yang mendukung Jokowi tidak pernah diproses hukum.”Bukan cuma di Jawa Tengah tapi dimana-mana kepala daerah mendukung Pak Jokowi di kampung saya saja ada 12 kepala daerah yang mendukung Pak Jokowi di Sumatera Barat. Aman-aman saja (tidak diproses hukum),” ucap Andre.
“Di berbagai daerah banyak yang deklarasi, bahkan di Istana kepala daerah yang baru dilantik masih pakai baju pelantikan, mereka aman-aman saja. Tapi kepala desa Sampangagung, Kutorejo, Mojokerto Suhartono menjadi tersangka karena mendukung Cawapres Sandiaga Uno,” sambungnya.

Dia menilai hukum terasa tajam kepada kubu Prabowo-Sandi. Seharusnya Bawaslu bisa bersikap objektif terhadap dukungan kepala daerah kepada pasangan calon.

“Hukum terkesan tajam kepada Pak Prabowo, maka kepala desa masuk penjara tapi kepala daerah aman mendukung Pak Jokowi, harusnya Bawaslu objektif dong masak berani cuma kepala desa saja,” katanya. (jar)

News Feed