oleh

Buni Yani Minta Penahanan Ditangguhkan, Jaksa Agung: Jangan Bersilat Lidah

-Hukum-775 views

Jakarta, Radar Pagi – Buni Yani mengaku sudah mengirim surat permohonan penangguhan penahanan. Alasannya karena dalam putusan kasasi tidak dicantumkan perintah penahanan.

Selain tak ada perintah penahanan, dalam salinan amar putusan dari Mahkamah Agung (MA) juga tak ada keterangan acuan putusan hukuman yang dimaksud.

“Nggak ditulis itu dalam amar putusannya. Itu yang kami pertanyakan,” ujar Buni Yani ” kepada wartawan, Kamis (31/1/2019).

“Jadi mau mengacu ke mana nih? Tidak ada yang mengatakan bahwa mengembalikan keputusan ini ke pengadilan tinggi atau ke keputusan pengadilan negeri,” sambung Buni.

Dia meminta pihak kejaksaan tidak tergesa-gesa mengeksekusi dirinya ke dalam penjara, sebab dirinya masih menunggu fatwa MA terkait kejelasan di putusan kasasi.

“Saya ada di sini kok. Silakan saja dijemput. Kapan-kapan kalau sudah jelas. Ini persoalannya nggak jelas,” kata dia.

Dia mengatakan akan kooperatif bila sudah ada fatwa dari MA. Buni menyatakan siap menyerahkan diri saat sudah ada kejelasan.

Buni pun mengingatkan aparatur negara an aparat hokum untuk tidak semena-mena menggunakan kekuasaan.

“Kekuasaan itu sebentar, nanti akan ada pengadilan di akhirat. Apalagi kalau dia sesama orang Islam. Sekarang boleh semena-mena ke orang, tapi nanti di akhirat, Allah Yang Maha Adil,” katanya.

Menanggapi pernyataan Buni Yani, Jaksa Agung M Prasetyo mengatakan putusan kasasi memang tidak mencantumkan perintah penahanan karena mengacu pada putusan sebelumnya. Prasetyo menyebut Buni Yani mungkin tidak mengerti hukum atau malah pura-pura tidak tahu.

“Dia katakan tidak ada perintah tahan, memang tidak ada tapi putusan itu sudah inkrah, dan sudah inkrah itu harus dilaksanakan. Ini wacana-wacana yang mungkin dia nggak paham atau pura-pura nggak tahu, ini kan mau bersilat lidah saja dia,” ujar Prasetyo kepada wartawan, Kamis (31/1/2019).

Prasetyo menyarankan Buni menunjukkan komitmen dengan datang ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok pada Jumat, 1 Februari 2019. Buni diminta tidak perlu mencari-cari alasan agar eksekusi segera dilakukan.

“Saya pikir tidak perlu mencari alasan yang tidak relevan, mengulur waktu saja. Ini kesannya mau berbalik menyalahkan jaksanya,” kata Prasetyo. (jar)

 

 

News Feed