oleh

Nikah dengan Kakek 75 Tahun, Gadis 18 Tahun Ini Terlihat Manyun

-Sulawesi-1.023 views

Sidrap, Radar Pagi – Seorang kakek berusia 75 tahun bernama Daeng Saing menikahi gadis 18 tahun bernama Tika. Pernikahan ini terjadi di Dusun Coddong, Desa Bontokatute, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.

Meski terlihat tenang, namun ekspresi wajah pengantin wanita datar-datar saja dan sesekali terlihat ‘manyun’. Sama sekali tidak tampak ekspresi kebahagiaan yang umumnya terpancar dari raut wajah pengantin. Hanya pengantin pria saja yang terlihat bahagia.

Menurut keterangan keluarga pengantin wanita, Tika dinikahi Daeng Saing dengan mahar uang Rp 25 juta dan kebun cengkeh.  

Menurut sumber tadi, Daeng Asing adalah tetangga dari bibi Tika di Desa Bontokatute. Sejak kecil, Tika memang tinggal bersama bibinya.

“Yah, mungkin dijodohkan karena saya tidak bicara langsung sama Tika,” ungkap sumber tadi.

Pernikahan keduanya disebut terjadi pada Rabu (30/1) kemarin. Mempelai pria diketahui berasal dari wilayah Gantarang, Sinjai Tengah. Namun menurut Humas Kemenag Sinjai, Fatma, pernikahan kedua mempelai beda usia 57 tahun ini tidak tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA) setempat sehingga dianggap tidak sah oleh negara.

“Sah menurut agama kalo ada saksi, tapi tidak diakui negara karena nikah di bawah tangan dan tidak memiliki buku nikah,” terangnya.

Bukan hanya pernikahan beda usia, pernikahan antara sesama bocah di bawah umur pun sering terjadi di Sulawesi Selatan. Kultur masyarakat setempat dianggap sebagai penyebab utama seringnya terjadi pernikahan dini di provinsi ini. 

pada bulan April 2018, dua orang bocah berusia 14 dan 15 tahun menikah di Kabupaten Bantaeng, Sulsel. Sebelum menikah, orangtua kedua anak ini sempat mengajukan permohonan dispensasi untuk menikah ke Pengadilan Agama setempat. 

Lalu pada bulan Mei 2018, di Kabupaten Sinjai, perempuan usia 12 tahun hendak menikah dengan seorang pria berusia 22 tahun yang menjadi TKI di Malaysia. Pesta pernikahan keduanya yang entah disiapkan akhirnya gagal setelah penghulu menolak datang ke acara pasangan itu lantaran takut terbentur dengan aturan hukum yang ada. 

Akibat batalnya pernikahan ini, pihak laki-laki sempat meminta kembali uang mahar yang diberikan kepada pihak perempuan.

Lalu pernikahan dini di daerah Bantaeng yaitu anak yang baru tamat SD berusia 13 tahun menikahi gadis berusia 17 tahun. Hal ini menimbulkan pertanyaan dari beberapa pihak, salah satunya Kementerian Agama setempat saat ini tengah melakukan penelusuran terkait pernikahan tersebut. Selain itu, pihak KUA juga menyebut pernikahan itu berlangsung dengan cara nikah siri, sebab pihak KUA tidak ada diundang saat pernikahan berlangsung. (dtc/jar)

News Feed