oleh

Indonesia Selidiki Kabar Pasutri WNI Ngebom Gereja Hingga Tewaskan 22 Orang di Manila

-Utama-626 views

Jakarta, Radar Pagi –  Menteri Dalam Negeri Filipina Eduardo Ao mengatakan dua pelaku serangan bom bunuh diri asal Indonesia berada di balik serangan gereja Katolik di Pulau Jolo.

Ao mengatakan hal itu setelah militer memastikan bahwa pengebom bunuh diri yang merupakan “pasangan” menyerang gereja dan menyebabkan 22 orang meninggal dan 100 lainnya luka-luka.

“Yang bertanggung jawab (dalam serangan ini) adalah pembom bunuh diri Indonesia. Namun kelompok Abu Sayyaf yang membimbing mereka, dengan mempelajari sasaran, melakukan pemantauan rahasia dan membawa pasangan ini ke gereja,” kata Ao di Manila, Jumat (1/2/2019).

“Tujuan dari pasangan Indonesia ini adalah untuk memberi contoh dan mempengaruhi teroris Filipina untuk melakukan pemboman bunuh diri,” tambahnya.

Ia juga mengatakan daerah, “Zamboanga, Davao, Cagayan de Oro merupakan sasaran ideal teroris.”

Menanggapi pernyataan tersebut, Konsul Jendral Indonesia di Davao, Berlian Napitupulu, kepada BBC News Indonesia, mengaku belum mendapatkan informasi tentang pasangan Indonesia yang disebutkan melakukan penyerangan itu.

“Indonesia belum dapat mengkonfirmasi berita mengenai kemungkinan keterlibatan dua WNI dalam aksi teror bom di Jolo, Filipina Selatan. Menlu RI tengah mencoba berkomunikasi dengan berbagai pihak di Filipina untuk memperoleh konfirmasi,” kata juru bicara Kemlu Arrmanatha Nasir, Jumat (1/2/2019).

Pihak Kemlu juga sudah mencari tahu informasi lewat pihak kepolisian setempat. Pihak kepolisian menyebut kedua pelaku pengeboman itu belum diketahui kewarganegaraannya, sehingga informasi mengenai status WNI baru sebatas dugaan.

“Informasi terakhir yang diterima hari ini dari pihak Kepolisian Nasional Filipina (PNP) dan komando militer Western Mindanao Command (Westmincom) bahwa pelaku pengebomban di Jolo sampai saat ini belum teridentifikasi identitas maupun kewarganegaraannya,” ujar Arrmanatha.

Selain Kemenlu, Kepolisian RI juga sedang mengecek kebenaran kabar tersebut. Polri sedang menunggu informasi dari Densus 88 Antiteror dan Atase Kepolisian Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Filipina.

“Saya dengar seperti itu di media. Kami belum dapat informasi (resmi)-nya. Masih kami cari informasinya,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Syahar Diantono, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, beberapa saat lalu. (dtc/rian)

News Feed