oleh

Tetap Rp35 Juta, Ongkos Naik Haji Indonesia Paling Murah se-Asia Tenggara

-Utama-447 views

Jakarta, Radar Pagi – Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Indonesia ternyata paling murah dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya.

Menurut Menag Lukman Hakim Saifuddin , dalam kurun waktu empat tahun terakhir, rata-rata biaya haji Brunei Darussalam berkisar di atas 8.000 US dolar (USD). Persisnya, $8.738 (2015), $8.788 (2016), $8.422 (2017), dan $8.980 (2018).

Untuk Singapura, rata-rata di atas 5.000 US dolar, yaitu: $5.176 (2015), $5.354 (2016), $4.436 (2017), dan $5.323 (2018). Sementara Malaysia, rata-rata biaya haji sebesar $2.750 (2015), $2.568 (2016), $2.254 (2017), dan $2.557 (2018).

Sementara rata-rata BPIH Indonesia pada 2015 sebesar $2.717, sementara tiga tahun berikutnya adalah $2.585 di 2016, $2.606 di 2017, dan $2.632 di 2018.

BPIH Indonesia sekilas terlihat lebih tinggi dari Malaysia. Namun sebenarnya lebih murah karena dari biaya yang dibayarkan jemaah, $400 atau setara SAR 1.500 akan dikembalikan lagi kepada setiap jemaah haji sebagai biaya hidup (living cost) di Tanah Suci.

“Saat pelunasan, jemaah membayar BPIH yang di dalamnya termasuk komponen biaya hidup (living cost). Komponen biaya tersebut bersifat dana titipan. Saat di asrama haji embarkasi, masing-masing jemaah yang akan berangkat akan menerima kembali dana living cost itu,” ujar Menag. 

Kementerian Agama sendiri bersama Komisi VIII DPR baru saja menyepakati BPIH 2019 sebesar Rp 35,235.602 atau setara US$ 2,481 (kurs 1 US$: Rp14.200).

Kesepakatan BPIH ini ditandatangani Menag Lukman Hakim Saifuddin dan Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher dalam Rapat Kerja yang berlangsung di Gedung DPR, Senayan, kemarin.

“Kami bersepakat total BPIH tahun ini rata-rata sebesar Rp 35.235.602, atau setara US$ 2,481. Besaran biaya haji tahun ini sama dengan tahun 1439H/2018M,” terang Menag Lukman Hakim Saifuddin dalam situs resmi Kemenag, Senin (4/2/2019) kemarin.

Menag menjamin akan ada peningkatan kualitas pelayanan haji meski biaya tahun ini tidak dinaikkan.

“Tenda di Arafah akan menggunakan AC. Urinoir di Mina akan ditambah jumlahnya. Bus salawat akan melayani jemaah yang tinggal di luar radius 1 km dari Masjidil Haram,” ujar Menag. (jar)

 

  

News Feed