oleh

Jalani Masa Mapenaling, Ahmad Dhani Tidur Bersama 103 Napi di Ruangan 5×10 Meter

-Hukum-108 views

Surabaya, Radar Pagi – Sejak Kamis (7/2/2019) kemarin, Ahmad Dhani resmi ditahan di Rutan Klas I Medaeng, Sidoarjo, Jawa Timur.

Selama menjalani persidangan kasus dugaan pencemaran nama baik yang berlangsung di Pengadilan Negeri Surabaya, Dhani akan mendekam di rutan tersebut.

Proses persidangannya sendiri masih berlangsung, dan belum diketahui kapan putusan pengadilan akan dibacakan.

Kepala Rutan Medaeng, Teguh Pamuji memastikan tidak akan ada perlakuan khusus. Pentolan Dewa 19 itu akan diperlakukan sama dengan narapidana lain.

“Yang bersangkutan dititipkan di Rutan Medaeng. Nantinya, kami berlakukan sesuai dengan prosedur yang ada di Rutan,” ujar Kepala Rutan Medaeng Teguh Pambudi Teguh, beberapa saat lalu.

Perlakuan yang diterima Dhani sama dengan penghuni rutan lainnya, ada aturan mulai dari masuk kamar, mengikuti pembinaan baik rohani dan olahraga.

“Itu ada di sel Mapenaling, selnya kecil jadi ya bercampur dengan penghuni lainnya karena tidak ada tempat lain,” kata Teguh.

Kamarnya sendiri tidak besar, hanya berukuran 5 x 10 meter saja. Ruang sekecil itu dihuni oleh 104 narapidana.

“Ukurannya 5 x 10 meter. Tadi pagi isinya ada 103 tahanan. Ditambah mas Dhani berarti 104 orang,” ujar Teguh.

Sel yang ditempati Dhani itu disebut dengan Mapenaling (Masa Pengenalan Lingkungan). Sel ini adalah tempat tahanan baru tinggal dan Dhani akan berada di sana selama kurang lebih satu pekan.

“Dia kita masukkan ke sel Mapenaling, untuk masa awal. Jadi SOP-nya siapapun yang baru masuk, harus Mapenaling. Biar tahu situasi lingkungan,” katanya.

Teguh mengatakan masa Mapenaling ini harus dilalui selama seminggu oleh setiap tahanan baru, termasuk Dhani.

“Memang harus dilewati masa itu. Dan ruangan itulah, ruangan satu-satunya yang digunakan untuk Mapenaling itu,” tegasnya.

Rutan Medaeng memang termasuk padat. Tak heran bila Dhani lewat kuasa hukumnya sempat menyatakan keberatan dipindahkan ke rutan ini. Setiap hari ada 850-900 pembesuk di Rutan Medaeng. Jam besuk ditetapkan Senin-Sabtu mulai pukul 08.00-15.00 WIB dan untuk hari Minggu dan hari besar besuk ditiadakan.

Untuk pengunjung yang besuk, disediakan ruang. Di ruangan itu para pembesuk bisa bertemu dengan keluarganya. Di ruangan itu mereka bercampur dengan para pembesuk lain. Satu pembesuk disediakan waktu kurang lebih 30 menit. (rian)

News Feed