oleh

Maaf! Ternyata Foto Hakim Dukung Prabowo-Sandiaga Cuma Hoax

-Utama-89 views

Jakarta, Radar Pagi – Dunia maya dikejutkan dengan tampilan foto hakim di PN Jakpus berpose ‘salam dua jari’ seolah mendukung pasangan calon presiden nomor urut 2. Padahal Dirjen Badilum Mahkamah Agung (MA) jelas-jelas melarang hakim menunjukkan keberpihakan dalam pilpres. Ternyata itu bukan pose ‘salam dua jari’, melainkan ‘gaya pistol’.

“Itu pistol, bukan dua jari. Kemudian ada jempol dan genggam juga ada, tapi orang iseng ditambahi, padahal pakai kamera, tidak pakai handphone,” kata Ketua PN Jakpus Yanto di kantornya, Jalan Bungur Raya, Jakpus, beberapa saat lalu.

Yanto membantah keras foto-foto itu terkait pilpres atau keberpihakan politik. Dia tidak mau ditendensikan mengarah ke salah satu calon presiden.

Menurut Yanto, foto itu diambil 3 bulan lalu. Mereka ramai-ramai foto karena salah satu di antara hakim ada yang pindah ke PN Bengkulu. Sebagai kenang-kenangan, mereka lalu foto bersama.

“Itu di lantai 5 di depan ruang kerja, mereka mau sidang. Pak Ansori mau pindah ke PN Bengkulu, itu foto lama kenapa didramatisir sekarang? Jadi foto lama Pak Ansori sudah pindah kurang lebih 3 bulan lalu?” ujarnya.

“Minta foto kenang-kenangan dan foto gaya bebas dan tidak ada kata-kata apa,” sambung ketua majelis kasus Setya Novanto itu.

Yanto sekali lagi menegaskan foto tersebut tidak bertendensi politik. Dia menyebut beredarnya foto di dunia maya disertai keterangan para hakim mendukung salah satu paslon adalah hoax.

“Itu hoax! Itu foto lama dan gaya bebas,” pungkas Yanto.

Sementara Kepala Biro Hukum dan Humas MA Abdullah meminta masyarakat tidak salah mengartikan foto tersebut.

“Kalau menurut informasi itu kan bermacam gaya tidak, hanya satu macam gaya saja, jadi ya tidak ada maksud mengkaitkan dengan politik. Jangan salah mengartikan seperti itu sekarang kan lagi sensitif,” ujarnya, Selasa (12/2/2019) kemarin.

“Itu sudah dilakukan tiga bulan lalu, dan itu berbagai pose, tetapi yang diviralkan seperti itu (pose dua jari). Jadi itu ceritanya setelah acara hakim ad hoc yang akan pindah ke Bengkulu, kemudian foto-foto, itu pun pakai tustel, nggak pakai handphone, makanya mereka tidak merasa memviralkan foto, tapi kok ada di media, berarti kan ada yang sengaja memviralkan itu,” sambungnya.

Sebelumnya, foto itu menampilkan 10 hakim memakai toga merah. Satu di antaranya perempuan dan berjilbab. Mereka dengan senyum lebar berfoto bersama dengan jari jempol dan telunjuk mengacung.

Bentuk jari itu menyerupai salam yang bisa digunakan oleh tim Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam kampanye. Foto ini kemudian diviralkan di dunia maya seolah-olah para hakim mendukung Prabowo-Sandiaga. (dtc/jar)

 

News Feed