oleh

Gara-gara Kasus Ahok, Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf di DKI Rendah

-Politik-63 views

Jakarta, Radar Pagi – Lembaga Survei Y-Publica menyatakan elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin lebih rendah disbanding Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di daerah pemilihan DKI Jakarta.

Survei ini dilakukan Y-Publica pada 800 responden yang dipilih secara acak bertingkat. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka pada responden terpilih menggunakan kuesioner pada 21-30 Januari 2019. Margin of error 3,5 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Rendahnya elektabilitas Jokowi-Ma’ruf di DKI Jakarta tak lepas dari imbas kekalahan terpidana kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam Pilkada DKI.

“Pilkada DKI ini memunculkan Anies Baswedan sebagai gubernur dengan sokongan partai-partai oposisi,” ujar Direktur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono dalam konferensi pers di kawasan Cikini, Jakarta, Senin (18/2/2019).

Rudi menilai, banyaknya isu penodaan agama yang terus disuarakan oleh gerakan 212 juga menjadi pemicu anjloknya elektabilitas paslon nomor urut 01 tersebut.

“Isu penistaan agama ini terus dipelihara melalui reuni alumni 212 yang disalurkan energinya kepada koalisi oposisi,” katanya.

Hasil survei Y-Publica memperlihatkan Prabowo-Sandi unggul 44,1 persen di dapil DKI 1 yakni Jakarta Timur. Sementara Jokowi-Ma’ruf sekitar 39,8 persen.

Di dapil DKI 2 yang meliputi Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan, paslon nomor urut 02 juga unggul dengan elektabilitas 46 persen. Sedangkan Jokowi-Ma’ruf hanya sekitar 39,5 persen.

Paslon nomor urut 01 hanya unggul di dapil DKI 3 yang meliputi Jakarta Barat dan Jakarta Utara dengan elektabilitas 47,3 persen. Namun tingkat elektabilitas ini pun hanya sedikit berjarak dengan Prabowo-Sandi yang memperoleh 42,6 persen.

Meski “kalah” di Jakarta, namun tingkat elektabilitas Jokowi-Ma’ruf masih jauh lebih unggul ketimbang Prabowo-Sandi di tingkat nasional.

Hasil survei menunjukkan, elektabilitas paslon nomor urut 01 mencapai 53,5 persen. Sementara paslon nomor urut 02 hanya 31,9 persen. Sedangkan sisanya 14,6 persen belum menjawab.

Namun elektabilitas  Jokowi-Ma’ruf cenderung stagnan meski masih unggul. Sementara elektabilitas Prabowo-Sandi justru naik tetapi kenaikannya memang tidak banyak.

Pada Mei 2018, elektabilitas Prabowo-Sandiaga 30,2 persen. Angkanya turun sepanjang Agustus-Oktober 2018 yakni di kisaran 28,6 persen. Namun kembali naik menjadi 31,6 persen pada Desember 2018 dan 31,9 persen pada Januari 2019. (rian)

News Feed