oleh

Lelaki yang Azan Sambil Telanjang Usai Bunuh Anak Istri Berubah Jadi Ganas Bila Dengar Azan Maghrib

-Hukum-715 views

Kediri, Radar Pagi – Nardian (bukan Radian sebagaimana diberitakan sebelumnya), pria 38 tahun yang tega menusuk anak istrinya sendiri hingga tewas lalu azan di tengah jalan sambil telanjang, diperiksa kejiwaannya di RS Bhayangkara Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (18/2/2019).

Nardian tiba di RS Bhayangkara Kediri sekitar pukul 09.00 WIB dengan Toyota Avanza dan dkawal empat polisi berseragam preman. Dia juga didampingi seorang lerabat dan seorang perangkat desa.

Selama menjalani pemeriksaan selama 1 jam, Nardian dikawal oleh dua polisi. Namun hasil pemeriksaan belum dibuka kepada publik, sebab pemeriksaan masih dalam tahap observasi.

Namun ada indikasi gangguan kejiwaan pada pria yang tega menghabisi nyawa anak dan istrinya. Sebab, saat diperiksa pria tersebut mengaku membunuh sang istri setelah melihat sosok bayangan hitam menyerupai laki-laki.

“Berdasarkan pemeriksaan awal tadi, memang ada indikasi bahwa pelaku memiliki kelainan dan gangguan kejiwaan. Hal ini nampak saat pelaku menceritakan kronologi kejadian yang menyebutkan adanya sosok bayangan hitam menyerupai laki laki saat pelaku membunuh istri dan anaknya,” kata dr Ronny SpKJ yang memeriksa kejiwaan pelaku, Senin (19/2/2019).

Dari pengakuan Nardian, bayangan hitam menyerupai sosok laki laki itu ada bersama sang istri. Hal yang membuat pelaku naik pitam sehingga dengan bengis menusuk istri dan anaknya yang masih balita dengan pisau dapur.

Sampai berita ini diturunkan, pelaku masih di dalam ruang observasi di RS Bhayangkara Kediri. Polisi yang mengantar dan mengawal pelaku sempat melarang wartawan untuk mengambil gambar.

Sabtu (16/2/2019) kemarin, Nardian menggegerkan warga Dusun Sumbermanggis, Desa Sumberurip Kecamatan Doko, Blitar, setelah lari ke tengah jalan dalam kondisi telanjang lalu menyuarakan azan. Warga tambah geger karena pelaku ternyata juga membunuh istrinya, Sri Dewi (29), dan Vika Nadhira anak mereka yang masih berusia 7 bulan.

Padahal, menurut keterangan saksi mata, pelaku baru saja sholat Isya berjamaah dalam rumah, dan sedang asyik ngobrol sambil menunggu makan malam yang sedang disiapkan. Namun tiba-tiba saja, di tengah obrolan, pelaku langsung mengambil pisau dan berjalan ke luar rumah.

Sri Dewi yang heran melihat kelakuan Nardian langsung berjalan mengikuti sambil bertanya kenapa pelaku membawa pisau. Tak di sangka, Nardian berbalik dan langsung menusuk Sri Dewi, juga Vika yang saat itu sedang dalam gendongan.

Hasil otopsi Tim Dokkes Polda Jatim dari RS Bhayangkara Kediri menunjukkan, Sri memiliki 9 luka tusuk dan satu luka tangkis bacokan di lengan. “Luka tusuk di bahu menembus rongga dada, tulang iga, paru dan jantung,” kata Kasubag Humas Polres Blitar Iptu M Burhanudin 

Sedangkan luka Vika di pipi kiri hingga patah tulang. Di atas mata dan pipi kanan menembus tulang mata dan tulang pipi kanan.

“Di kepala kiri menembus tengkorak, kepala belakang dan atap tengkorak. Ini yang menyebabkan kedua korban langsung meninggal di lokasi kejadian,” tambahnya.

Hasil otopsi juga menunjukkan bila Nardian menusuk istri dan anaknya memakai dua benda. Yakni linggis dan pisau yang digunakan secara bergantian. Kedua benda ini, ditemukan tergeletak di dekat korban.

Saat  ini, jenazah ibu dan anak sudah dimakamkan satu liang di TPU desa setempat.

Di mata masyarakat, Nardian dikenal sebagai sosok yang alim, bahkan sering menjadi khatib.

“Nardi itu alim orangnya. Dia sering jadi khatib di masjid desa ini,” kata Hariyono Ketua RT 4 Dusun Sumbermanggis di rumah duka.

Namun sejak diketahui memperdalam ilmu kebatinan, tingkah polahnya jadi janggal dan sering emosi. Rudi, tetangga dekat pelaku menuturkan, jika kondisi saat siang perilaku normal seperti orang waras pada umumnya. Namun dia berubah temperamental saat azan maghrib menggema.

“Pokok pendak azan magrib, wes mulai oyeng (Pokok setiap azan magrib selalu mulai resah),” kata Rudi. (dtc/zal)

News Feed