oleh

Polisi Buru Pelaku Bom Palsu yang Teror Warga Cilacap

-Hukum-112 views

Cilacap, Radar Pagi – Teror bom palsu atau fake bomb kembali terjadi di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Kali ini terjadi di Pasar Sampang, Cilacap. Namun satu Tim Jihandak Brimob Polda Jateng  sudah meledakkan rangkaian paralon, jam, kabel, dan serbuk hitam tersebut. Polisi pun masih memburu pelaku.

“Satu tim Jihandak Gegana dari Kompi IV Brimob Polda Jateng menganilis jenis benda yang dicurigai itu. Selanjutnya persiapkan antisipasi,” kata Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Agus Triatmaja, Selasa (19/2/2019).

“Hasil pemeriksaan dari Gegana dan Inafis Polres Cilacap, benda tersebut merupakan fake bomb atau bom palsu. Tidak terdapat bubuk mesiu atau black powder. Selain itu tidak terdapat sharpnel berupa paku di dalam pipa,” sambungnya.

Dari lokasi kejadian, petugas menemukan sejumlah barang bukti, di antaranya satu buah pipa paralon panjang 11 sentimeter dengan diameter 3 inci, dua buah pipa paralon panjang 10,5 sentimeter berdiameter 2 inci.

Lalu terdapat 2 buah tutup paralon ukuran 3 inci, 4 buah tutup paralon ukuran 2 inci, satu unit jam, sebuah baterai merek ABC, kabel warna cokelat panjang 65 sentimeter, kabel berwarna biru panjang 56 sentimeter, serta serbuk berwarna hitam.

Kombes Agus Triatmaja mengatakan, penelusuran terhadap pelaku dilakukan dengan memeriksa saksi-saksi dan juga alat bukti berupa rekaman CCTV di sekitar lokasi.

“Akan dilakukan penyelidikan siapa yang menaruh barang itu. Meski bukan bom beneran, ini juga bentuk teror,” ujar Agus.

Sebelumnya diberitakan, sebuah benda mencurigakan menggegerkan para pedagang Pasar. Benda tersebut ditemukan lorong sebelah barat Pasar Sampang, RT 4 RW 4, Kecamatan Sampang, Cilacap, sekira Pukul 06.30 WIB. Warga pun segera melapor kepada petugas Polsek Sampang.

Sejauh ini, setidaknya wilayah Kabupaten Cilacap telah dua kali menerima teror bom palsu. Sebelumnya, bom palsu juga ditemukan di depan RSI Fatmawati yang bersebelahan dengan Mapolres Cilacap pada 1 Januari 2019. Siapa pelakunya hingga kini belum diketahui. (jar)

 

News Feed