oleh

Indonesia Darurat Toleransi? Warga Desa Ngares Kidul Tuntut Jenazah Umat Kristen Dipindahkan ke Tempat Lain

-Utama-118 views

Jakarta, Radar Pagi – Sejumlah warga Desa Ngares Kidul, Mojokerto, Jawa Timur menolak jenazah umat Kristiani dikubur di pemakaman Islam. Repotnya, di desa tersebut tidak ada pemakaman untuk umat Kristen karena hanya ada satu keluarga non muslim di desa tersebut. 

Koodinator GusDurian Mojokerto, Imam Maliki yang mengawal kasus ini menjelaskan proses pemakaman itu berlangsung pada Jumat (15/2/2019). Sementara almarhumah meninggal sehari sebelumnya.

Sebelum jenazah dimakamkan, sempat ada penolakan dari beberapa warga setempat. Setelah melalui negosiasi yang melibatkan pihak keluarga, aparat desa, dan muspika, akhirnya jenazah boleh dimakamkan di desa tersebut.

Namun syaratnya selama proses pemakaman tidak ada ritual ala Kristen dan tidak boleh ada salib di makam. Keluarga almarhumah adalah satu-satunya umat Kristen di desa tersebut. Pihak keluarga menerima syarat itu karena tidak punya pilihan lain untuk menguburkan jenazah, dan ingin jenazah segera dimakamkan.

Namun dua hari setelah prosesi pemakaman, muncul gejolak penolakan kembali. Beredar surat yang diduga berasal dari warga. Mereka menolak karena area pemakaman itu milik orang Islam, bukan tanah desa. Alasan lainnya, kuburan umat Islam tidak boleh dicampur dengan agama lain.

“Tanah itu tanah wakaf untuk orang Muslim, itu yang menjadi alasan penolakan. Warga yang menolak, tahu itu makamnya untuk Muslim,” ujar Imam dikutip dari CNNIndonesia.

Pegiat Jaringan Islam Antidiskriminasi (JIAD) Aan Anshori dalam unggahan di akun Facebook menyampaikan bahwa anak almarhumah, Novi, lebih banyak diam karena tak ingin memperkeruh masalah. Padahal sebagai warga desa setempat, Novi berpendapat keluarganya berhak mendapatkan layanan pemakaman yang sama, meskipun berbeda agama.

Akhirnya, keluarga almarhumah bersedia memindahkan jenazah yang sudah dikuburkan ke lahan khusus yang akan disediakan oleh pemerintah desa setempat.

“Kami dari Gusdurian sebenarnya ingin makam Bu Nunuk tetap di desa itu. Kami menuntut ada fasilitas Desa Ngares Kidul untuk makam non-Muslim,” kata Penggerak Gusdurian Mojokerto, Kukun Triyoga.

Menurutnya, pihak aparat meminta jangka waktu enam bulan terkait pengadaan tanah untuk makam non-Muslim. Setelah makam itu tersedia, jenazah akan dipindahkan. (jar)

 

News Feed